Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebut akan bertemu dengan Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 17 Desember mendatang. Hal itu disampaikannya saat bertemu pendukung Jokowi di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara, Selasa (11/12/2018).
Pertemuannya dengan pendukung Jokowi yang bernama Drijon Sihotang itu terjadi saat dirinya sedang blusukan ke Pasar Kota Pinang. Saat sedang menyapa masyarakat, dirinya menemukan sebuah poster yang dipasang pada salah satu lapak milik Drijon.
Dalam poster itu tertulis "Pak Sandiaga Uno, Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat, Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres. Pulanglah!!!". Drijon si pemasang poster mengungkapkan bahwa dirinya ialah pendukung Jokowi.
“Karena kami tetap apa pun masalah dan ceritanya kami tetap memilih Jokowi,” kata Drijon saat ditanya Sandiaga.
Mendengar itu, Sandiaga menjelaskan bahwa dirinya akan bertemu dengan Jokowi pada 17 Desember 2018 mendatang. Dirinya berjanji akan menyampaikan kepada Jokowi soal dukungan Drijon.
"Saya akan ketemu Pak Jokowi, insyaallah tanggal 17 (Desember). Saya bilang Pak Drijon Sihotang mendukung (Pak Jokowi) di Pasar Kota Pinang di sini,” ujar Sandiaga dalam video yang diunggah ke dalam akun resmi pribadinya @sandiuno pada Selasa (11/12/2018).
Usai itu Sandiaga yang terus menggenggam tangan Drijon sempat menanyakan apakah dirinya masih boleh berkunjung ke Pasar Kota Pinang.
Dalam obrolannya, Sandiaga menjelaskan kalau dirinya serta Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak pernah berniat untuk memecah belah bangsa.
"Nggak apa-apa kan kita bersalaman boleh, tapi boleh saya datang ke sini?” tanya Sandiaga yang kemudian diiyakan oleh Drijon.
Baca Juga: Dukung Sandiaga, Fadli Zon Yakin Pembangunan Infrastruktur Bisa Tanpa Utang
"Oke kami bersahabat, kami tidak akan memisahkan. Bapak memilih Pak Jokowi juga tidak apa-apa. Saya datang ke sini untuk menangkap aspirasi masyarakat apa yang perlu diperbaiki. Kalau Bapak memilih Pak Jokowi juga tidak apa-apa kita bersahabat,” ujar Sandiaga.
Bukannya marah, Sandiaga malah berterima kasih kepada Drijon karena sudah memasang poster tersebut. Poster itu dinilai Sandiaga menjadi pengingat untuk terus berkampanye secara damai.
"Terima kasih dipasangi ini. Kita memang harus bersahabat dan saya tidak ingin memisah-misahkan, saya tidak ingin dipisah-pisahkan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ma'ruf Amin: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama di Indonesia
-
Rogoh Kantong Sendiri, Jokowi Bantu Korban Puting Beliung Bogor Rp 30 Juta
-
Surat TPNPB-OPM Untuk Jokowi: Setop Trans Papua, Hak Kami untuk Merdeka
-
Temui Ma'ruf Amin, La Nyalla Akui Diri yang Sebar Fitnah Jokowi Cina PKI
-
TKN Apresiasi DPW PAN Kalsel Berani Terbuka Dukung Jokowi - Ma'ruf
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun