Suara.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim banyak tetangga capres petahana Joko Widodo yang menawarkan rumahnya dijadikan posko pemenangan. Hal ini disampaikan Dahnil terkait wacana BPN Prabowo - Sandiaga berpindah markas dari Jakarta ke Solo, Jawa Tengah.
"Jawa Tengah kita fix akan bikin banyak posko, bahkan bila perlu kita poskonya di samping rumah Pak Jokowi, kita cari yang dekat-dekat di situ," kata Dahnil di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwjaya I, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).
Dahnil mengungkapkan bahwa rencana pemindahan posko pemenangan Prabowo - Sandiaga itu telah sampai ke telinga para tetangga di kampung halaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Dari hal itu, kata Dahnil banyak dari mereka yang malah menawarkan kediamannya untuk dijadikan posko pemenangan Prabowo - Sandiaga.
"Iya tetangganya Jokowi itu banyak loh yang nawarin, rumah-rumah untuk jadi posko," ujarnya.
Dahnil mengungkapkan bahwa rencana itu akan menimbulkan bentrok antar pendukung Prabowo - Sandiaga dan Jokowi - Maruf Amin. Malah menurutnya hal tersebut bisa mewujudkan Pemilihan Presiden 2019 yang menggembirakan.
Lebih lanjut, Dahnil mengaku jika warga Jateng yang mengangumi sosok mantan Presiden Soekarno berbalik dukungan dari Jokowi kepada Prabowo. Sebab, menurutnya, para pengikut Soekarno itu telah kecewa dengan kinerja Jokowi sebagai presiden.
"Saya enggak punya angka statistik terkait itu ya nanti kita lihat survei nya, tapi yang jelas banyak yang datang ke kita, kelompok-kelompok Marhaenis yang kecewa karena menganggap pak Jokowi justru tercerabut dari semangat marhaen," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Fokus Amankan Libur Nataru, Dahnil Anzar Bakal Diperiksa Polisi Tahun Depan
-
Priyo: Prabowo Reinkarnasi Soekarno, Senyumnya Mirip Soeharto
-
Kubu Prabowo: Jokowi Tak Menang Kecuali Main Curang Kerahkan Pejabat
-
Moeldoko Marahi Emak-emak, Jubir BPN: Penguasa Enggak Boleh Begitu
-
Kasus Dana Kemah, Dahnil Batal Diperiksa Hari Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT