Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menyatakan untuk sementara bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda cukup. BPBD terus menyalurkan bantuan pada korban tsunami Selat Sunda.
Kepala Seksi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Pandeglang, Lilis menyebutkan bantuan disalurkan ke lokasi pengungsian, setelah ada permintaan dari tim di lapangan.
"Ada 11 jenis bantuan yang telah kita salurkan pada korban tsunami Selat Sunda yang tersebar di beberapa lokasi pengungsian," ujarnya.
Jenis bantuan korban tsunami Selat Sunda yang disalurkan yakni mie instan 30 dus, air mineral 14 dus, lauk pauk 8 dus, selimut 31 kembar, family kit 30 paket.
Bantuan korban tsunami Selat Sunda lainnya, pakaian anak 50 potong, baju layak pakai 1 karung, sarung 10 buah, beras 1 karung, matras 20 lembar dan kidsware 4 box.
"Persediaan logistik bagi korban masih cukup banyak, dan segera disalurkan kalau ada permintaan," lanjutnya.
Lilis juga mengatakan, bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda selain dari BPBD, juga dari pihak lain yang langsung disalurkan ke lapangan dengan tetap koordinasi dengan BPBD. (Antara)
Berita Terkait
-
Kesedihan Istri dan Buah Hati Setelah Kepergian Herman Seventeen
-
Said Bajuri Pastikan Istri Ifan Seventeen Belum Ditemukan
-
Ingin Susul Suami ke Tanjung Lesung, Istri Herman Seventeen Dilarang
-
Diterjang Tsunami, Empat Orang Tewas Saat Liburan Keluarga di Banten
-
Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tsunami, Prabowo: Ada Kenalan Saya
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi
-
Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook