Suara.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, bencana alam yang terjadi di Indonesia tidak bisa dikaitkan dengan era kepemimpinan pemerintahan. Sutopo mengatakan sebagian besar bencana yang terjadi di tanah air berasal dari ulah manusia itu sendiri.
Hal itu dikatakan Sutopo menanggapi adanya sebagian kalangan yang membandingkan jumlah peristiwa kejadian bencana di masa pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama tahun 2004-2014 dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini.
"Urusan bencana adalah urusan kemanusiaan, tidak ada kaitannya era pemerintahan. Siapapun Presiden Indonesia pasti akan berhadapan dengan bencana," kata Sutopo saat konferensi pers di Kantor Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).
Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, Sutopo mengatakan jumlah bencana selama masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak Novenber 2004 hingga Oktober 2014 tercatat ada 12.820 bencana. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 181.045 orang.
"Sementara zaman Pak Jokowi ada 9.957 bencana dan 6.170 orang meninggal dunia dalam kurun waktu November 2014 hingga 27 Desember 2018," imbuhnya.
Lebih jauh Sutopo mengatakan, BNPB memprediksi lebih dari 2.500 kejadian bencana akan terjadi di tahun 2019 mendatang. Menurutnya, bencana hidrometerologi akan mendominasi di tahun 2019.
Sutopo menuturkan diprediksi bencana hidrometerologi seperti banjir, longsor dan puting beliung akan mendominasi bencana selama tahun 2019. Diperkirakan lebih dari 95 persen adalah bencana hidrometerologi.
"Kita prediksikan selama tahun 2019 lebih dari 2.500 kejadian bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Paling dominan adalah bencana hidrometerologi seperti banjir, longsor dan puting beliung," pungkasnya.
Baca Juga: Amankan Malam Tahun Baru, Polda Metro Lakukan Pemetaan Ancaman
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam
-
Duel Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya vs Dino Patti Djalal, Prajurit Kopassus Lawan Diplomat LSE
-
Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup
-
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
-
Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya
-
Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus
-
Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo
-
'Pulau Sampah' Kembali Muncul di Muara Angke, Greenpeace Desak Jakarta Benahi Sistem dari Sumber
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam