- Kesaksian Ahok dalam sidang korupsi LNG menguatkan pembelaan Hari Karyuliarto mengenai keuntungan Pertamina.
- Terdakwa Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani didakwa rugikan negara Rp1,77 triliun dalam pengadaan LNG.
- Pengacara Hari meminta kehadiran Nicke Widyawati untuk mengungkap perjanjian penjualan LNG dengan Trafigura Group.
Suara.com - Kesaksian Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dinilai telah membuka tabir penting dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG).
Terdakwa kasus ini, Direktur Gas PT Pertamina (Persero) periode 2012-2014 Hari Karyuliarto, menilai keterangan Ahok menguatkan pembelaannya.
Menurut Hari, kesaksian Ahok yang menyebut Pertamina meraup keuntungan dari proyek tersebut secara langsung menggugurkan unsur kerugian negara yang menjadi dasar dakwaan.
"Cukup membuka tabir. Paling tidak, tidak ada kerugian negara karena sudah disebutkan Pertamina untung saat saya tanya mengenai MSRKAP (Monitoring Sasaran dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan)," ungkap Hari saat ditemui usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir Antara, Senin (2/3/2026).
Ia berargumen, jika Pertamina terbukti untung, maka tidak ada kerugian negara yang nyata dan pasti jumlahnya, sebagaimana disyaratkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk kasus korupsi.
Hari juga menyoroti fakta bahwa kontrak pengadaan LNG dengan Corpus Christi Liquefaction LLC (CCL) masih berjalan dan baru akan berakhir pada tahun 2039.
"Kita tunggu lah sampai 2039 kalau memang harus dihitung sebagai kerugian negara," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, advokat Hari, Wa Ode Nur Zainab, mendorong agar Direktur Utama Pertamina periode 2018–2024, Nicke Widyawati, turut dihadirkan sebagai saksi.
Menurutnya, kesaksian Nicke dapat mengungkap lebih jauh adanya penjajakan perjanjian antara Pertamina dengan Trafigura Group Pte Ltd terkait penjualan LNG yang dibeli dari Corpus Christi.
Baca Juga: Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
"Ini jelas sekali karena di persidangan sudah pernah terungkap," ujar Wa Ode.
Hari Karyuliarto merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan LNG pada PT Pertamina tahun 2011-2021. Kasus ini juga menjerat Vice President Strategic Planning Bussiness Development Direktorat Gas Pertamina periode 2012-2013, Yenni Andayani.
Keduanya didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar 113,84 juta dolar AS, atau setara dengan Rp1,77 triliun.
Perbuatan mereka diduga telah memperkaya Direktur Utama Pertamina periode 2009-2014, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan, senilai Rp1,09 miliar dan 104.016 dolar AS, serta memperkaya pihak CCL sebesar 113,84 juta dolar AS.
Dalam dakwaan, Hari diduga tidak menyusun pedoman atas proses pengadaan LNG dari sumber internasional.
Sementara Yenni disebut mengusulkan penandatanganan Risalah Rapat Direksi (RRD) Sirkuler untuk perjanjian jual beli LNG dari CCL tanpa didukung kajian keekonomian dan risiko yang memadai.
Atas perbuatannya, kedua terdakwa diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Ungkapan Duka Ahok atas Berpulangnya Eyang Meri: Wariskan Semangat Berani Tegakkan Kebenaran
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar