Suara.com - Penyidik Bareskrim Polri mulia membuka penyelidikan terkait kasus berita bohong alias hoaks yang diduga dilakukan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto saat melaksanakan safari kebangsaan di Lebak, Banten, (20/12/2018) lalu. Dalam penyelidikan itu, polisi memeriksa seorang wanita bernama Nita Puspita Sari, pelapor dalam kasus tersebut.
Terkait pemeriksaan itu, pengacara Nita, Djamaluddin Koedoeboen mengaku kliennya dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus penyebaran hoaks dan fitnah yang diduga dilakukan Hasto.
"Pada intinya kedatangan kami hari ini adalah dalam rangka memberikan keterangan, berita acara interview yang diminta penyidik dalam rangka penyelidikan soal laporan yang disampaikan Hasto terkait laporan dugaan ujaran kebencian yang disampaikan beliau (Hasto)," kata Djamaluddin sesuai mendampingi Nita menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).
Djamaludin tak merinci apa saja yang ditanyakan penyidik kepada kleinnya selama pemeriksaan dilakukan. Dia hanya memastikan Nita memberika jawaban secara lugas kepada penyidik.
Selama menjalani pemeriksaan itu, Nita juga menunjukkan barang bukti berupa pernyataan Hasto saat berkunjung ke Banten. Diduga, barang bukti itu berkaitan dengan penyebaran fitnah Hasto yang menyebut capres nomor 2, Prabowo Subianto sebagai penyebar hoaks.
"Di antaranya Hasto mengatakan bahwa 'masyarakat ini mau pilih yang mana, mau nyebar fitnah atau difitnah," kata Djamaluddin.
Diketahui, Nita melaporkan Hasto terkait kasus ujaran kebencian ke Bareskrim Polri pada 26 Desember 2018 lalu dengan nomor LP/B1680/XII/2018/BARESKRIM. Dia berharap dengan dimulainya pemeriksaan awal ini, polisi akan serius mengusut kasus yang menjerat Hasto. Ia yakin polisi dapat menjalankan tugasnya dengan profesional.
Berita Terkait
-
Dalang Hoaks Surat Suara Masih Berkeliaran, Polisi: Kita Masih Teliti Bukti
-
Andi Arief Berkicau Rumahnya Digeruduk, Mabes Polri: Ngapain Digerebek?
-
Hasto Curiga Ada Penyusup Sengaja Adu Domba PDIP dan Demokrat
-
Curhat Rocky Gerung dari Simpatik Hingga Geram dengan Ratna Sarumpaet
-
Berkas Belum Rampung, Penahanan Ratna Sarumpaet Diperpanjang Lagi Sebulan
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Amnesty International Desak Investigasi Independen atas Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng Surabaya
-
Kapasitas Terbatas, Pramono Anung Buka Peluang Tambah Jadwal Pertunjukan di Planetarium TIM
-
Jadi Mendikbudristek Era Jokowi, Nadiem Makarim Akui Tak Paham Politik Hingga Pendidikan
-
Sejak Jadi Mendikbudristek, Nadiem Klaim Kekayaannya Berkurang hingga Tak Dapat Saham Tambahan Gojek
-
Tolak Pilkada via DPRD, Benny K Harman: Jangan Ambil Hak Rakyat Cuma karena Alasan Anggaran
-
Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu
-
Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Besok, Ini Bocorannya
-
Kagum dan Berkaca-kaca Dengar Pledoi Laras Faizati, Usman Hamid: Ia Membela Kemanusiaan
-
Terharu Puisi Dukungan dari Khariq Anhar, Laras Faizati: Ini Perjuangan Kita Bersama
-
Anak Sulung Jadi Saksi Kunci, 10 Orang Diperiksa di Kasus Kematian Satu Keluarga Priok