Suara.com - Suwandi (51), ditemukan tewas di area persawahan pada Minggu (20/1/2019) kemarin. Kini petugas dari Polsek Rawa Pitu, Tulang Bawang, Lampung, tengah melakukan indentifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Rawa Pitu Ipda Samsi Rizal mengatakan mayat Suwandi pertama kali ditemukan oleh Suyono di area persawahan. Korban dikabarkan meninggal dunia saat sedang memancing.
"Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Suyono, usia 54 tahun, di area persawahan Kampung Bandar Aji, Kecamatan Penawar Aji," kata Samsi, seperti diberitakan saibumi.com - jaringan Suara.com, Senin (21/1/2019).
Samsi menerangkan, Suwandi merupakan Karyawan Swasta, warga mess pabrik PT. Sumber Indah Perkasa (SIP), Merah Mild, Kampung Sidomukti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang.
Menurut keterangan dari Suyono, dia bersama korban berangkat memancing ikan di kanal tepian, jalan arah poros Rawa Pitu, Minggu (20/1) sekira pukul 15.00 WIB.
Sesampainya di tempat tersebut, mereka berpisah tempat memancing. Lalu sekira pukul 17.30 WIB, turun hujan deras. Suyono mendatangi tempat korban memancing untuk mengajak pulang.
“Saat saksi sampai di TKP, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri. Selanjutnya saksi menghubungi rekan-rekannya untuk menolong dan membawa korban,” terang Ipda Samsi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan dari tenaga medis penyebab korban meninggal dunia karena sakit.
Baca Juga: Adi Wicaksono Taroepratjeka: Semua Cerita Ini Tentang Kopi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara