Suara.com - Dahnil Anzar Simanjuntak, koordinator juru bicara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, menilai penyebaran Tabloid Indonesia Barokah wujud cara menjatuhkan lawan secara primitif.
Karenanya, ia mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak atas penyebaran tabloid itu. Dahnil mengungkapkan, peredaran tabloid itu dilakukan untuk menjatuhkan elektabilitas Prabowo – Sandiaga tapi melalui cara klasik.
"Jelas cara-cara seperti itu primitif, artinya menjatuhkan pihak lawan dengan cara tidak beradab. Sama sekali tidak khawatir dengan cara ini, karena tentu masyarakat juga sudah teredukasi, sudah muak dengan cara-cara penyebaran brosur tabloid yang bernuansa fitnah," kata Dahnil, Jumat (25/1/2019).
Dahnil mengungkapkan, pihaknya tentu tidak akan tinggal diam. Namun, yang terutama, Dahnil meminta polisi bertindak cepat guna mengusut.
Ia menekankan, bukan hanya orang-orang di balik pembuat konten-konten dalam tabloid itu yang ditindak, tapi juga otak lahirnya koran tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat