Suara.com - Beberapa kali goyangan gempa bumi, termasuk salah satunya yang berkekuatan 6 SR, Sabtu (2/2/2019) sore, membuat warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berlarian keluar tempat masing-masing. Tak terkecuali mereka yang tengah berbelanja di Plaza Andalas, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Padang, yang juga berhamburan hingga ke jalan.
"Lumayan kencang. Saya bahkan ingin melompati setiap tangga eskalator. Tapi mau gimana lagi, semua sudah berdesakan," ungkap Fadil (27 tahun), salah seorang warga yang berada di Plaza Andalas, seperti dikutip Minangkabaunews.com --jaringan Suara.com, Sabtu (2/2).
Sementara menurut Iwan, warga lainnya, saat gempa terjadi ia juga tengah berada di lantai tiga pusat perbelanjaan itu.
"Saya sedang lihat-lihat sepatu. Tiba-tiba ruangan Plaza ini berayun. Saat itu, orang-orang ribut dan teriak gempa. Saya pun memutuskan untuk lari. Alhamdulillah, aman," kisah warga asal Kuranji tersebut.
Diketahui, sebagaimana sebelumnya juga diberitakan Suara.com, BMKG sore ini mencatat dan merilis setidaknya tiga aktivitas gempa besar di kawasan Sumbar. Ketiga gempa yang disebut tak berpotensi tsunami itu tercatat berpusat di tenggara Kepulauan Mentawai.
Gempa pertama dilaporkan terjadi pada pukul 16.27 WIB, dengan magnitude 6, berpusat di laut berjarak 117 km tenggara Kepulauan Mentawai. Pusat gempa disebut berada di kedalaman 17 km, yang dirasakan mulai dari wilayah Padang, Pariaman, Painan, Padang Panjang, hingga Solok, selain di Kepulauan Mentawai sendiri.
Sedangkan gempa kedua pada sore ini yang dilaporkan menyusul terjadi sekitar 31 menit kemudian, juga disebut berpusat di kawasan tenggara Kepulauan Mentawai.
"#Gempa Mag:5.2, 02-Feb-19 16:58:12 WIB, Lok:2.88 LS,99.96 BT (105 km Tenggara KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Kedalaman:24 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG," tulis pihak BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG.
Terbaru adalah data adanya gempa lagi pada pukul 17.59, juga dengan magnitude 6, yang berpusat di 121 km arah tenggara Kepulauan Mentawai.
Baca Juga: Gunung Sindur Jadi Hotel Prodeo Bagi Buni Yani, Ini Alasannya
"#Gempa Mag:6.0, 02-Feb-19 17:59:28 WIB, Lok:3.06 LS,99.88 BT (121 km Tenggara KEP-MENTAWAI-SUMBAR), Kedalaman:18 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG," cuit akun Twitter BMKG pula.
Di bagian lain, pihak BMKG pun sempat menyampaikan peringatan dini cuaca di kawasan Sumbar, yaitu hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah.
Berita Terkait
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi
-
BMKG Pastikan Tsunami Jepang Tidak Sampai Indonesia
-
Jepang Dihantam Tsunami Pertama usai Gempa Besar 7,5 SR
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat