Suara.com - Sejumlah warga Jakarta Selatan penerima sertifikat tanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak ada kesulitan dalam mengurus sertifikat. Bahkan selama prosesnya, sebagian warga yang ditemui Suara.com mengatakan tidak dikenan biaya sepeserpun.
Salam (49), warga Karang Pola, Jatipadang di Pasar Minggu mengatakan, saat itu ia membeli tanah berstatus verponding di Jatipadang sejak tahun 1999 dan belum memiliki sertifikat tanah. Setelah mendapat informasi dari kelurahan setempat, Salam segera mengurus kelengkapan berkas.
"Gampang sih ngurusnya, ngajuin ke RT-RW setelah itu berkas diajuin ke kelurahan saja, semuanya juga gratis," ujar Salam di Gelanggang Remaja, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pukul 09.35 WIB.
Senada dengan Salam, Prawatiatoto (53) warga Jatipadang dan Budi Sekung (43) warga Setia Budi juga mengatakan tak ada kesulitan. Mereka mengakui hanya perlu melengkapi berkas yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Jual Beli (AJB).
"Aman semua, Rp 0 bayarnya. Yang penting jangan ada sengketa saja nih," kata Prawatiatoto.
Namun, ternyata ada seorang warga yang mengaku mengalami kesulitan dalam membuat sertifikat lahan.
Budi, bukan nama sebenarnya, bersama istrinya mengaku diminta Rp 4 juta untuk membuat surat rekomendasi pengganti AJB. Bahkan, dari 2 lahan yang diajukan, hanya 1 sertifikat yang diberikan.
"Karena tidak punya AJB, saya buat surat rekomendasi tapi malah diminta Rp 4 juta biar selesai. Yang jadi baru satu saja punya adik istri saya, satu lagi masih ditahan," ujar Budi.
Tadi pagi, Presiden Jokowi membagikan sertifikat lahan bagi warga Jakarta Selatan di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sebanyak 2.000 warga menerima sertifikat lahan dari Calon Presiden Nomor urut 01 tersebut. (Fakhri Fuadi)
Baca Juga: Sebelum Dibakar Pakai Bensin, Jamal Cekik Istrinya sampai Tulangnya Patah
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan