Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, arsitek perjanjian nuklir 2015 dengan negara besar di dunia, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri melalui Instagram, Senin (25/2/2019).
"Terima kasih atas kemurahan hati orang-orang tersayang dan pemberani Iran serta pemerintahnya selama 67 bulan terakhir. Dengan tulus saya meminta maaf atas ketidak-mampuan saya untuk terus melayani dan untuk semua kekurangan selama saya menjabat," tulisnya di laman Instagram jzarif_ir.
Tidak ada alasan terperinci yang diberikan Zarif mengenai keputusannya tersebut.
Zarif menjadi aktor utama dalam mencapai perjanjian di mana Iran sepakat untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi keuangan internasional.
Walhasil, dia pun diserang oleh kelompok garis keras anti-Negara Barat di Iran setelah Amerika Serikat mundur dari perjanjian tersebut pada Mei lalu dan kembali menjatuhkan sanksinya.
Juru bicara misi Iran untuk PBB, Alireza Miryousefi, membenarkan pengumuman pengunduran diri tersebut. Namun tidak ada respons langsung apakah Presiden Hassan Rouhani akan menerimanya.
Kantor Berita Iran, Tasnim, mengatakan "sejumlah sumber membenarkan pengunduran diri Zarif".
Zarif, yang dilahirkan pada 1960, pernah tinggal di Amerika Serikat sejak usia 17 tahun, saat menjadi mahasiswa di San Francisco dan Denver. Zarif memulai kariernya menjadi diplomat untuk PBB di New York, tempat ia menjabat sebagai duta besar Iran periode 2002-2007.
Kemudian Zarif ditunjuk menjadi menteri luar negeri pada Agustus 2013, setelah Presiden Rouhani meraih kursi kepresidenan dengan janji akan membuka Iran hingga ke dunia luar.
Baca Juga: Naturalisasi Belum Rampung, Otavio Dutra Batal Turun Lawan Myanmar
Sejak bertanggung jawab atas pembicaraan nuklir Iran dengan negara kuat pada akhir 2013, Zarif beberapa kali dipanggil oleh anggota parlemen garis keras. Mereka meminta penjelasan Zarif soal perundingan tersebut.
Pada Februari 2014 Zarif sempat membuat kehebohan dengan komentar terbuka yang mengecam Holocaust. Akibatnya dia pun kembali dipanggil oleh parlemen. Penolakan Holocaust menjadi pokok pidato publik di Iran selama puluhan tahun.
Bahkan beberapa anggota parlemen pernah mengancam Zarif setelah kesepakatan nuklir ditandatangani. Otoritas tinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, secara hati-hati mendukung kesepakatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek