Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) alias President of the United States (POTUS), Donald Trump terkait dengan mahalnya harga minyak global.
Menurut Vladimir Putin, kebijakan yang dibuat Donald Trump menjadi penyebab kenaikan harga minyak dunia. Pengenaan sanksi AS atas Iran dan Venezuela berimbas buruk bagi harga minyak dunia.
"Jika bisa berdiskusi sekarang dengannya (POTUS), saya akan mengatakan: jika Anda ingin menemukan siapa pelakunya, yang bersalah dalam kenaikan harga, Anda seharusnya cukup melihat ke cermin," kata Vladimir Putin seperti dilansir dari CNBC, Kamis (4/10/2018).
Komentar Putin datang setelah Trump mengkritik Rusia dan OPEC untuk kesepakatan 2016 di mana mereka setuju untuk membatasi penjualan minyak dalam upaya untuk mendukung harga yang merosot pada pertengahan 2014, karena pasokan global yang melimpah.
Kesepakatan itu berhasil dan harga minyak naik. Kesepakatan, dan kenaikan harga berikutnya, telah mengundang kecaman dari Trump, yang mengatakan OPEC, Arab Saudi dan Rusia menjaga harga tinggi dan menyerukannya untuk meningkatkan produksi dan dengan demikian menurunkan harga minyak.
Kritikan Trump terhadap produsen minyak utama mengabaikan fakta bahwa keputusannya sendiri untuk menerapkan sanksi terhadap anggota OPEC, Iran dan Venezuela juga telah menekan harga minyak, sementara pasar khawatir akan kekurangan pasokan global.
Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa mereka bisa mengisi kekurangan karena sanksi yang dikenakan kepada Iran mulai berlaku 4 November. Kelompok produsen OPEC dan non-OPEC menyepakati sejak Juni untuk mengurangi batas produksi, agar bisa menekan harga.
Putin membela kesepakatan yang dibuat bersama OPEC, serta menyatakan ia bertujuan turut menyeimbangkan pasar.
"Adapun pengurangan produksi dan menjaganya agar tetap rendah, hanyalah alat. Tujuan kami adalah demi menyeimbangkan pasar, ketika kami bersama rekan-rekan dari OPEC setuju untuk memangkas produksi ini adalah apa yang kami bicarakan tentang memotong stok berlebihan. Ini bukan tentang pendapatan perusahaan minyak, " imbuh Vladimir Putin.
Baca Juga: Temukan Korban Gempa Palu - Donggala Lewat Google Person Finder
"Jika pasar tidak seimbang, ada situasi yang mengarah pada penurunan investasi dan akhirnya ini akan menciptakan defisit di pasar dan harga akan melonjak," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri