Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali melakukan blunder. Sebab, data uang WNI sebesar Rp 11.000 triliun di luar negeri yang disampaikan Capres Prabowo Subianto ternyata pernah disampaikan Jokowi pada 2016 lalu.
Beberapa waktu lalu, Prabowo sering menyampaikan adanya kebocoran negara. Awalnya Jokowi meminta kepada Prabowo untuk membuktikan soal adanya uang WNI yang disimpan di luar negeri tersebut.
Sejumlah tim suksesnya di Pilpres 2019 banyak yang membantah dengan ucapan Prabowo. Namun, berdasarkan situs setneg.go.id, Jokowi sempat membicarakan hal serupa pada 2016 silam.
"Kasihan pak Jokowi ini karena kayaknya orang-orang disekitarnya enggak membrief dia komprehensif, sementara pak prabowo itu dia agak mendalam itu soal itu, karena dia sudah tulis bukunya dan sebagainya," kata Fahri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (4/3/2019).
Fahri kemudian memaparkan pemikiran Prabowo soal adanya kebocoran negara. Menurutnya kebocoran negara itu tidak hanya bersalah dari uang yang lari ke luar negeri. Akan tetapi juga sumber daya alam yang juga diboyong ke luar negeri.
Di satu sisi, pemerintah gagal mengumpulkan dana dari pengampunan pajak atau tax amnesty. Sehingga tidak mampu menutupi kebocoran yang terjadi.
"Itu yang harus kita baca sebagai persoalan ekonomi yang betul-betul harus ditetapkan kebijakannya supaya dia betul-betul kembali," ujarnya.
Sebab itu, Fahri kemudian menilai kalau Jokowi blunder karena yang dilakukan oleh anak buahnya. Sejumlah anggota tim suksesnya banyak yang menyangkal ucapan Prabowo kalau ada dana WNI senilai Rp 11.000 triliun ada di luar negeri.
"Pasti blunder. Pasti kelas menengah mengetahui apa yang terjadi kemudian. Saya kira itu merugikan, berkali kali pak Jokowi dibikin rugi oleh briefing yang salah dari anak buahnya," pungkasnya.
Baca Juga: Begal Kembali Beraksi di Daan Mogot, Korban Ditusuk di Dada Sampai Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media
-
Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas
-
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi
-
Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita
-
Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?
-
Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR