News / Nasional
Minggu, 03 Maret 2019 | 19:18 WIB
Prabowo Subianto. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Calon Presiden Prabowo Subianto diam-diam menceritakan peristiwa Mei 1998 ke Amien Rais. Prabowo disebut-sebut terlibat dalam penculikan aktivis pada era reformasi Mei 1998.

Prabowo mengatakan, terkait Mei 1998 hanya menjadi pembahasan internal dirinya. Bahkan tak jarang peritiwa yang sudah berlangsung 20 tahun lebih itu beberapa kali menjadi bahasan menarik tat kala ia bertemu dengan tokoh reformasi dan Pendiri PAN, Amien Rais.

"Dalam ruang tertutup kadang-kadang saya sampaikan ke Pak Amien Rais tapi ke khalayak ramai masih belum mau mengungkapkan, nanti-nanti lah apalagi banyak kamera TV di sini jangan," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019).

Prabowo tidak mau mempermasalahkan kembali soal peristiwa tersebut. Prabowo tetap akan menjadikan ingatannya soal Mei 1988 sebagai ranah pribadi.

"Saya tidak mau mempermasalahkan masa lalu tapi hanya kita tidak boleh masuk ke lubang yang sama berkali-kali kan, kira begitu," tutur Prabowo.

Sebelumnya Prabowo sempat ingin menuliskan sebuah buku bertemakan Mei 1998. Namun dengan alasan yang sama, ia enggan memastikan kapan kiranya buku tersebut mulai bisa ia tulis. Ia bahkan sampai berkelakar jika nantinya buku yang ia tulis bakal menjadi best seller.

"Suatu saat izin pelan-pelan sekarang sudah terungkap. Suatu saat mungkin saya tulis buku tapi nanti saja kalau saya butuh uang supaya populer begitu, sekarang butuh uang juga. Saya kira buku saya agak best seller nanti ya apa yang terjadi, saya pun bertanya tanya apa yang terjadi," ujar Prabowo.

Load More