Suara.com - Masinis KRL yang anjlok di kawasan Kebon Pedes, Kota Bogor Jawa Barat, Yakub Agung, dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Pemindahan tersebut dilakukan untuk memudahkan keluarganya membesuk.
Manager Humas PT KAI Edy Kuswoyo mengatakan Yakub telah dipindah ke RSPAD Gatot Subroto bersama tiga kru KAI lainnya. Hal tersebut untuk mendekatkan mereka dengan keluarganya di Jakarta.
"Masinisnya sekarang sudah berangsur membaik, sudah dirujuk ke RSPAD," kata Edy, kepada Suara.com di lokasi KRL anjlok, Senin (11/3/2019).
Dengan demikian, korban anjloknya KRL relasi Jatinegara-Bogor kemarin di RS Salak Kota Bogor tinggal satu orang atas nama Lilis. Ada juga satu penumpang lain bernama Shafa di RS Suyoto, Bintaro.
"Penumpang dirawat tinggal dua orang satu di RS Salak satu lagi di RS Suyoto. Tapi kita belum updaten lagi sekarang sudah pulang atau belum," jelasnya.
Seperti diketahui, KRL bernomor registrasi KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor mengalami anjlok di daerag Kebon Pedes, Kota Bogor pada Minggu 10 Maret 2019 kemarin. Akibat kejadian itu 19 orang termasuk masinis mengalami luka-luka.
Tidak hanya itu, anjlokmya KRT tersebut juga sempat membuat perjalanan kereta menuju Stasiun Bogor atau sebaliknya terganggu. Kini, perjalanan kereta sudah berangsur normal meski hanya satu jalur.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku Begal yang Tewaskan Warga
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?