Suara.com - Panitia konser Dewa 19 All Star mengembalikan uang tiket yang sudah dipesan penonton konser bertajuk "Hadapi Dengan Senyuman." Pengembalian tiket itu dilakukan setelah konser untuk solidaritas untuk Ahmad Dhani itu batal digelar di Grand City, Surabaya, Jawa Timur itu karena panitia acara tak mendapatkan izin dari aparat kepolisian.
Didik Darmaji, Ketua Panitia konser DewA 19 All Star mengatakan jika para penonton bisa mengambil uang tiket atau refund secara administratif. Untuk para penonton yang berada di luar Surabaya pihaknya akan melakukan transfer pengembalian, sedangkan untuk yang di wilayah Surabaya, bisa datang ke Giant Margorejo C1-3, Surabaya.
“Ada 400 tiket refund, bagi penonton yang mau ditransfer ulang pengembalian uang tiket, silakan atau diambil di kantor ya silakan. Kami sudah data siapa saja yang sudah membeli tiket tinggal menunjukkan bukti pembelian tiket, mulai 09.00 – 22.00,” ucap Didik Darmaji seperti dilansir Beritajatim.com, Senin (11/3/2019).
Diketahui beberapa tiket yang dijual panitia konser kepada Baladewa--pengemar Dewa 19 itu sebesar Rp 200 ribu.
Sejatinya, konser bertajuk ‘Hadapi Dengan Senyuman’ ini yang rencananya akan digelar pada Minggu (10/3/2019) malam itu akan dimeriahkan dengan sederet artis Republik Cinta. Selain itu, Virzha Idol dan ustaz Dery Sulaiman juga awalnya akan mengisi acara tersebut. Namun, konser itu batal digelar karena pihak panitia penyelenggara tidak memiliki surat ijin keramaian.
Berita Terkait
-
Konser Ahmad Dhani Dibatalkan, BPN: Ekspresi Seni Seharusnya Tak Dilarang
-
Konser Ahmad Dhani Dibatalkan, Fadli Zon: Rezim Otoriter Pasti Tumbang!
-
Konser Dewa Batal Digelar, Fahri Tuding Tindakan Polisi Berlebihan
-
Tribute to Ahmad Dhani Dibatalkan, Fahri Hamzah Malah Salahkan Rezim?
-
Konser Hadapi Dengan Senyuman Ahmad Dhani Batal, Sandiaga: Mohon Maklum
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa
-
Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul
-
Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan
-
Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat