Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menuding pemerintahan Jokowi otoriter karena kepolisian memaksa Konser Hadapi Dengan Senyuman Ahmad Dhani dibatalkan, Minggu (10/3/2019) malam. Fadli Zon pun menuding pembatalan paksa Konser Hadapi Dengan Senyuman Ahmad Dhani bertentangan dengan demokrasi.
Bahkan dalam cuitannya di akun Twitter @fadlizon, Fadli Zon mengomentari twit Letjen (Purn), Johannes Suryo Prabowo atau JS Prabowo, @marierteman.
"Kini dengan konser musik pun takut. Negara demokrasi macam apa? Rezim otoriter pasti tumbang," tulis Fadli Zon dikutip Suara.com, Senin (11/3/2019).
Diketahui sebelumnya, Konser bertajuk Hadapi Dengan Senyuman yang akan dihadiri beberapa petinggi partai, dan calon wakil nomor dua presiden Sandiaga Uno batal digelar lantaran tidak ada izin dari kepolisian.
Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno turut memberi tanggapan dan menyesalkan terkait batalnya konser tersebut.
Sandiaga mengirimkan pesan melalui video yang dikirimkan kepada koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga Uno, Dahzil Azhar. Ditemui saat datang di Coventional Hall Grandcity, Surabaya, Minggu (10/3/2019) malam, Danhil menunjukkan pesan video Sandi di hadapan para baladewa dan para pendukungnya.
Pesan video ini berisikan tentang penyesalan batalnya konser Dewa 19 All Star karena tidak mendapatkan izin.
“Saya baru saja mendapat informasi bahwa konser Tribute to Ahmad Dhani, tidak mendapat izin dan dibatalkan. Oleh karena itu dengan sangat menyesal saya tidak berangkat ke Surabaya dan mudah-mudahan para penonton yang sudah membeli tiket sudah bersiap-siap mohon maklum. Apa pun yang terjadi kita hadapi dengan senyuman. Sukses untuk semuanya, sampai jumpa di lain waktu,” ucap Sandiaga dalam video berdurasi 59 detik itu.
Baca Juga: Tribute to Ahmad Dhani Dibatalkan, Fahri Hamzah Malah Salahkan Rezim?
Berita Terkait
-
Konser Dewa Batal Digelar, Fahri Tuding Tindakan Polisi Berlebihan
-
Tribute to Ahmad Dhani Dibatalkan, Fahri Hamzah Malah Salahkan Rezim?
-
Konser Hadapi Dengan Senyuman Ahmad Dhani Batal, Sandiaga: Mohon Maklum
-
Kumpulan Fakta Konser Hadapi Dengan Senyuman Ahmad Dhani Dipaksa Batal
-
Konser Peduli Ahmad Dhani Gagal, Jubir BPN Prabowo-Sandi Tetap Datang
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya