Suara.com - Rombongan pengantar jenazah memaksa masuk tol gratis. Mereka sampai merusak pintu tol GT Cengkareng 2, Kalideres, Jakarta Barat.
Kejadian itu Selasa (12/3/2019) kemarin pukul 13.33 WIB. Aksi arogan mereka terekam kamera dan disebar oleh PT Jasa Marga.
Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti bercerita jika ada 14 kendaraan pengantar jenazah paksa masuk tol dengan gratis.
"Karena tidak sesuai prosedur, akhirnya mereka mendobrak ALB," kata Irra Susiyanti dalam keterangan tertulisnya.
Tidak ada korban dari petugas Jasa Marga, namun pihaknya menderita kerugian material akibat rusaknya palang pintu tol. Pihak Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) sebagai pengelola operasional ruas tersebut telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Kalideres.
"Pihak JMTO juga telah memperbaiki kerusakan dan proses transaksi berjalan normal kembali," kata Irra.
Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana Saputra dikonfirmasi terpisah mengaku belum menerima laporan tersebut, namun akan melakukan pemeriksaan.
"Kita akan tindaklanjuti. Saya sedang cek laporannya," kata Indra. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat