Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah masuk dalam proses penyelesaian untuk mengambil alih pengelolaan air di Jakarta. Saat ini BUMD PAM Jaya sedang menyelesaikan Head of Agreement (HoA) dengan dua perusahaan swasta, yakni PALYJA dan Aetra.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan saat ini Direktur Utama PAM Jaya sedang menyusun beberapa hal teknis sebelum hasil final proses pengambil alihan pengelolaan air dari pihak swasta itu diumumkan ke masyarakat.
"Kami sudah rapat, ada beberapa hal teknis yang sedang difinalkan oleh Dirut PAM, dia sedang finalkan, nanti kalau sudah final nanti akan kami umumkan. Mereka (PALYJA dan Aetra) sedang dalam proses pembicaraan finalisasi head of agreement, begitu final nanti kita umumkan hasilnya," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/2/2019).
"Head of agreement itu adalah kesepakatan menyangkut agenda-agenda yang nanti akan dijadikan sebagai bahan pembicaraan," kata Anies menambahkan.
Anies mengaku sudah berkoordinasi dengan Dirut PAM Jaya dan Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum (TETKAM) beberapa hari lalu untuk segera menyelesaikan proses akuisisi pengelolaan air tersebut.
"Hari-hari ini harus sudah selesai, saya panggil 2 hari yang lalu tanggal 11 (Maret), dengan Dirut, dan tim tata kelola air, dan mereka memberikan updatenya, ada beberapa hal teknis detail yang sedang difinalkan nanti mereka akan lapor dan saya umumkan. harapannya sih segera cepat," jelas Anies.
Sebelumnya, Anies berencana mengambil alih pengelolaan air di Jakarta dari pihak swasta yakni PALYJA dan Aetra. Dia mengatakan Pemprov mengalami kerugian karena tata kelola air tidak diurus oleh internal Pemprov sejak 1997.
Berita Terkait
-
Anies Targetkan Ekonomi di Jakarta Naik 6,3 Persen di 2020
-
Tarif MRT Diusulkan Rp 8.500 untuk Sekali Jalan
-
Bersikeras Lepas Saham DLTA, Anies: Jakarta Butuh Air Bersih Bukan Alkohol
-
Jubir Alumni 212 Minta Bank DKI Disyariahkan dan Tutup Tempat Hiburan
-
Dukung Anies Jual Saham Anker Bir, Alumni 212 Demo ke DPRD Besok
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Wamensos Agus Jabo Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga