Suara.com - Bupati Nduga, Provinsi Papua, Yairus Gwijangge berencana bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membicarakan terkait ratusan pengungsi Nduga yang telah menyebar ke beberapa kabupaten sekitar seperti ke Kabupaten Jayawijaya.
Yairus mengatakan, saat ini masih ada sejumlah pengungsi misalnya yang belum kembali ke Nduga, misalnya anak-anak sekolah yang sementara berada di Jayawijaya.
"Pemerintah Nduga, gereja, sekolah berusaha melobi untuk bertemu presiden terkait pengungsi, setelah jawaban presiden seperti apa, lalu akan putuskan mereka (anak-anak pengungsi) tetap sekolah di sini atau akan kembali ke Nduga," ujar Yairus seperti dilansir Antara, Rabu (20/3/2019).
Ia mengatakan, berdasarkan kesepakatan sementara guru, relawan pengungsi dan pihak gereja, ratusan anak-anak Nduga yang sementara berada di Jayawijaya tetap bersekolah di Jayawijaya hingga pemerintah putuskan kapan mereka kembali ke Nduga.
"Presiden setuju atau tidak setuju kita akan sesuaikan setelah kita mengetahui presiden maunya seperti apa, kita mengikuti," katanya.
Menurut bupati, sementara siswa Kelas XIII mengikuti ujian sekolah sehingga tidak bisa dipindahkan dan mereka harus tetap mengikuti ujian di Jayawijaya.
"Sementara ujian sudah dimulai, jadi kita tidak minta pindahkan lagi. Tetap lanjutkan ujian di sini," katanya.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyebutkan sudah menyediakan gedung sekolah untuk digunakan sementara oleh anak-anak yang merupakan pengungsi Nduga di Jayawijaya.
"Jadi fasilitas sekolahnya kami siapkan, tinggal guru dan murid dari Nduga menggunakan sekolah ini," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Penyebar Video Hoaks Surat Suara Tercoblos di Sumut
Jhon menambahkan penggunaan sekolah itu akan dibagi, jadi siswa dan guru dari Jayawijaya menggunakan sekolah dari pagi hingga siang hari, dan setelah mereka pulang, siswa dan guru pengungsi dari Nduga lagi menggunakan sekolah tersebut untuk kegiatan belajar mengajar.
Berita Terkait
-
Timses Prabowo Sebut Jokowi Panik dan Kehabisan Akal Naikan Elektabilitas
-
KPK Sita Uang Ratusan Juta di Ruang Menag, Jokowi Tak Mau Komentar
-
Jokowi Semakin Mengenal Partai Perindo
-
Aksi Heroik Anggota TNI Selamatkan Bayi dari Banjir Tuai Pujian Warganet
-
Kubu Jokowi: Gaji Disumbangkan Tapi Kebijakan Pro Kapitalis, Buat Apa
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader
-
Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai
-
Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur
-
Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
-
Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum