Suara.com - Ketua Departemen Ilmu Politik UI Julian Aldrin Pasha mengharapkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan pesaingnya, Prabowo Subianto bisa memberikan pandangan yang menarik dalam debat keempat Pilpres terutama soal masalah sentimen agama dan pencegahan terorisme.
Menurutnya, sejauh ini pemerintah kurang optimal dalam membendung kelompok intoleran atau gerakan teroris yang belakangan kembali muncul. Bahkan, kata dia masalah tersebut masih kerap disoroti negara-negara lain.
"Adanya isu di Indonesia berkaitan dengan Islam dan teroris bisa dikelola dengan baik. Sehingga Indonesia yang diharapkan global memiliki peranan politik yang lebih baik dan memberikan kedamaian di kawasan Asia Tenggara ini," kata Julian Aldrin kepada Suara.com di UI, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019).
Julian juga mengharapkan, kedua kandidat yang bersaing di debat nanti bisa memaparkan solusi-solusi terbaik terutama masalah posisi Indonesia agar bisa dipandang negara-negara lain di Asia Tenggara.
"Negara kita kan negara muslim terbesar di dunia dan kita memiliki posisi startegis memiliki jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tengara. Dan memiliki kekuatan perekonomian di kawasan ini," kata dia.
Diketahui, pelaksanaan debat keempat Pilpres 2019 akan digelar di Balai Sudirman, Jakarta, Selatan pada Minggu, (30/3/2019), pekan ini. Tema debat kali ini mengangkat masalah ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Prabowo - Sandiaga Hadiri Acara Aliansi 1.000 Pengusaha Nasional
-
Jokowi Hadir di Tengah Ribuan Pengusaha yang Kasih Dukungan di Istora
-
2 Alasan Guru Honorer Dipecat Usai Pamer Dukung Prabowo - Sandiaga
-
Guru Honorer Pamer Dukung Prabowo - Sandiaga Dipecat!
-
Nyanyian Jokowi Siapa yang Punya Terdengar saat Presiden Menuju Stasiun MRT
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara