Suara.com - DPRD DKI Jakarta telah memutuskan tarif MRT atau Moda Raya Terpadu dan tarif LRT atau Light Rapid Transit yang mulai berlaku pada 1 April 2019. Tarif MRT dipatok rata-rata Rp 8.500 sementara tarif LRT Rp 5.000.
Dalam Rapat Pimpinan Gabungan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi ini forum rapat memutuskan tarif ini mulai berlaku pada 1 April 2019.
"Tiket MRT dan LRT, MRT Rp 8.500 dan LRT Rp 5.000 masih dengan rata rata," kata Prasetyo sembari mengetok palu di Ruang Rapat Serbaguna DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).
Selanjutnya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Saefullah bertugas menyusun skema tarif MRT dan tarif LRT dari yang ditentukan dalam rapat pada kali ini karena berbeda dengan skema tarif rata-rata Rp10.000 yang diusulkan sebelumnya.
"Itu rata-ratanya, nanti stasiun ke stasiun akan kita buat tebelnya. Dengan rata-rata Rp 10.000 kemarin," kata Saefullah seusai rapat.
Rapat ini dihadiri juga oleh Dirut MRT William Sabandar dan LRT Dirut LRT Allan Tandiono serta Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian Sekda, Inspektorat Pemprov DKI, Kepala Bappeda, Kepala BPKD, Kepala BPRD (diwakilkan), Kepala BPBUMD, Kepala Diskominfotik (diwakilkan karena lagi di Singapura), Dewan Transportasi DKI Jakarta, dan Dirut Jakpro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan