Suara.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Amien Rais, hadir menjadi saksi dalam persidangan aktivis Ratna Sarumpaet atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.
Dalam persidangan, Amien Rais banyak memberikan pernyataan mengejutkan. Mulai dari pengakuan kerugian yang dialami BPN Prabowo - Sandi akibat berita hoaks yang diciptakan oleh Ratna Sarumpaet hingga rasa kekecewaan yang begitu besar.
Pasalnya, Amien Rais dan BPN Prabowo - Sandi dibohongi oleh Ratna Sarumpaet yang mengaku jadi korban pemukulan, padahal lebam di wajahnya akibat bekas operasi plastik yang ia lakukan.
Berikut Suara.com merangkum beberapa pengakuan Amien Rais selama menjadi saksi di persidangan Ratna yang ke-tujuh, Kamis (4/4/2019):
1. BPN Prabowo - Sandi Alami Kerugian
Amien Rais mengakui saat pertama kali mendengar kabar Ratna Sarumpaet menjadi korban pemukulan, ia begitu merasa terpukul. Pasalnya, seorang aktivis dipukuli oleh sejumlah orang dan hal itu telah melanggar HAM.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pun langsung ambil sikap atas kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet. Berbagai dukungan diberikan oleh BPN Prabowo - Sandi untuk memperjuangkan haknya.
Namun, setelah terungkap fakta bahwa Ratna Sarumpaet telah berbohong, Amien Rais mengakui BPN Prabowo - Sandi mengalami kerugian. Ratna Sarumpaet pun dicoret dari Juru Kampanye BPN Prabowo - Sandi.
"Ya jelas (dirugilkan) artinya kita sudah menyampaikan sesuatu yang dikatakan, ternyata tidak seperti itu yang disampaikan. Kita nggak ketemu lagi (pasca penyebaran berita hoaks)," kata Amien Rais.
Baca Juga: 150 Pohon di Jakpus dan Jaksel Rawan Tumbang saat Hujan Deras
2. Dugaan Kekuatan Spiritual
Amien Rais sempat tak menyangka Ratna Sarumpaet telah menciptakan kebohongan yang membuat warga geger. Amien Rais pun menduga ada kekuatan spiritual yang menguasai diri Ratna Sarumpaet sehingga ia tak mampu berpikir dengan logis.
"Cuma kenapa terjadinya seperti ini, jadi ada berbagai macam teori. Janganm-jangan RS yang istikamah, mungkin ada kekuatan spiritual atau apa yang menyebabkan kemudian pikirannya tidak logis," ungkap Amien Rais.
Dugaan Amien Rais itu langsung dibantah oleh Ratna Sarumpaet. Usai persidangan berakhir, Ratna Sarumpaet memastikan bukan kekuatan spiritual yang menyebabkan ia tak mampu berpikir secara logis.
"Jadi bukan spiritual, mungkin saya sakit. Saya nggak tahu," ujar Ratna Sarumpaet singkat.
3. Kecewa Berat
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya