Suara.com - Kematian seorang pelajar asal Indonesia di China sampai saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat, menurut pernyataan Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Kamis (11/4) malam.
"Dari komunikasi dengan pihak keluarga disampaikan bahwa selesai proses penyelidikan jenazah oleh pihak kepolisian yang saat ini masih berjalan, pihak keluarga akan mengkremasi jenazah dan kemudian abunya akan dibawa pulang ke Medan," kata pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KJRI Shanghai Muhammad Arifin seperti dikutip dari Antara, Jumat (12/4/2019).
KJRI sedang menyiapkan beberapa dokumen yang perlu dilengkapi, terkait proses penerbitan notifikasi hasil autopsi, seperti yang diminta oleh pihak kepolisian setempat sebelum jenazah Richard Son bisa diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dikremasi.
"KJRI akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian setempat sampai dengan proses akhir dan kepulangan keluarga ke Tanah Air," ujarnya.
Arifin menjelaskan bahwa pada Sabtu (7/4) pihaknya mendapatkan laporan soal seorang pria yang hilang. Pria tersebut berstatus pelajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu.
Sebelumnya, pesan berantai di media sosial Wechat yang menyebutkan bahwa korban hilang sejak Kamis (4/4) malam.
Setelah mendapatkan informasi itu, KJRI menghubungi pihak kepolisian di Provinsi Jiangsu. Kemudian pada Selasa (9/4) pagi, KJRI mendapatkan informasi melalui telepon dari pihak kantor Kepolisian Distrik Yonganqiao, Suzhou, terkait penemuan jasad laki-laki di sungai Xietang yang berhulu di Danau Dushu, Kota Suzhou.
Korban berusia 22 tahun itu teridentifikasi dengan nama Richard Son, berdasarkan keterangan pada KTP yang ditemukan di tubuh jenazah.
KJRI langsung menghubungi pihak keluarga korban di Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga memutuskan untuk segera berangkat dari Medan menuju Suzhou melalui Shanghai.
Baca Juga: 5 Hari Menghilang, Pelajar Indonesia di China Ditemukan Tewas
Sampai saat ini, masih belum diketahui penyebab kematian pelajar Indonesia tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Fadlan Muzakki menyatakan prihatin dengan pesan berantai di Wechat, yang menyebutkan bahwa sebagian anggota tubuh korban hilang saat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
"Kasus itu tidak terkait adanya usaha pembunuhan dengan pengambilan motif pengambilan organ tubuh korban," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Jatuh dari Lantai 26, Bocah 6 Tahun Ini Masih Hidup
-
Kondangan Eks Muridnya, Guru Kembalikan Surat Cinta yang pernah Disita
-
5 Hari Menghilang, Pelajar Indonesia di China Ditemukan Tewas
-
Datang ke Pernikahan Mantan, Wanita Ini Ribut Saat Mempelai Mau Ciuman
-
Pantau Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi China Pakai Drone
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung