Suara.com - Hanum Rais, putri kandung Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, mencibir istri Andre Taulany, Erin Taulany, yang terkena kasus ujaran kebencian karena diduga menyebut Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sinting.
Akun Twitter milik Hanum Rais langsung dirisak oleh warganet, mereka kembali mengungkit kasus kabar bohong aktivis Ratna Sarumpaet.
Perisakan oleh warganet berawal dari cuitan Hanum Rais, yang menuding Erin Taulany telah berbohong soal akunnya diretas hingga mengunggah foto menyebut Prabowo Subianto sinting.
Hanum Rais lantas "mencolek" akun Andre Taulany dan sang istri, dengan menuliskan:
"Kebohongan telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Padahal dengan kata maaf yang tulus, selesai sudah. Well, mas @andretaulany74 dan mba @erintaulany semua orang memang bisa berbuat keliru, tapi tidak semua orang bisa berbuat jujur," kata Hanum Rais seperti dikutip Suara.com, Selasa (26/4/2019).
Tak lama setelah membuat cuitan berisi cibiran terhadap Erin Taulany, kolom komentar Hanum Rais dipenuhi berbagai komentar dari warganet.
Banyak warganet yang kembali mengingatkan Hanum Rais mengenai kasus kabar bohong Ratna Sarumpaet.
Dalam kasus Ratna Sarumpaet, Hanum Rais mengunggah sebuah video yang membenarkan Ratna Sarumpaet menjadi korban penganiayaan.
Hanum dalam video itu juga menangis sembari menyebut Ratna Sarumpaet sebagai RA Kartini dan Cut Nyak Dien masa kini.
Baca Juga: Suami Istri Pembunuh Dufi, Mayat Dalam Tong Divonis Mati
Video pengakuan Hanum Rais tereebut kembali diunggah oleh warganet. Tak sedikit pula warganet yang menuding sang ayah, Amien Rais juga seharusnya meminta maaf ke publik lantaran sudah sering menghina Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.
"Nama anda cantik tapi hati anda busuk penuh dengan trik dan intrik. Kasihan satu keluarga demu kekuasaan semua dilakoni," ujar @ernithea74.
"Bohongmu lebih parah, lihatlah cermin kalau mau ngomong," kata @je_latah.
"Ehm... bu dokter yang paling bener sejagat raya, apa kabar nenek oplas? Seumur hidup itu cerita selalu bergulir di pelupuk mata anda," ungkap @odangkasidi.
"Ayahanda Mbak Hanum ngatain Pak Jokowi bebek lumpuh itu gimana? Nggak disuruh minta maaf ayahnya mbak?" kata @lidah_tornado.
"Menepuk air didulang terkena muka sendiri. Paham kan arti pribahasa ini. Anak sama bapak kok koplak berjamaah," ujar @jraharja76.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM