Suara.com - Kepala penelitian Komisi Palestina Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Abden Nasser Farawneh mengatakan, terjadi lebih dari 50 ribu kasus penangkapan anak kecil Palestina sejak pendudukan Israel atas wilayah Palestina pada 1967.
Sedikitnya 16.655 kasus penangkapan anak-anak terjadi sejak meletusnya Intifada (aksi perlawanan) kedua pada tahun 2000, yang dikenal dengan nama Intifada Al-Aqsha.
Farawneh mengatakan, selama konferensi dua-hari kelima Eropa mengenai tahanan Palestina yang diselenggarakan di Brussels pada Sabtu bahwa penangkapan anak kecil adalah bagian dari kebijakan sistematis dengan tujuan memutar-balikkan dan menghancurkan kenyataan dan masa depan anak-anak Palestina.
Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA yang dilansir Antara Senin (29/4) pagi, ia menyatakan angka penangkapan oleh penjajah Israel setiap tahun mencapai 700 kasus dari tahun 2000 sampai 2010.
Kasus tersebut meningkat tajam dari 2011 sampai 2018 sehingga mencapai 1.250 anak per tahun.
Farawneh menyeru para peserta agar menyatukan upaya guna mendorong status hukum tahanan dan keabsahan perjuangan mereka secara umum sehingga mengungkapkan kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh penguasa pendudukan Israel terhadap anak-anak Palestina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional