Suara.com - Sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang anggota polisi tampak mengamuk di depan Mapolres Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Tak hanya itu video berdurasi 38 detik tersebut juga memperlihatkan anggota polisi tersebut masuk ke ruang Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Agung Setyo Wahyudi lalu berteriak. Diduga hal itu dipicu permasalahan upah penjagaan pada saat Pemilu 2019.
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol. Asep Adi Saputra menerangkan, pihaknya masih menyelidiki dugaan tersebut. Sejumlah pejabat Polres Halmahera Selatan nantinya akan diperiksa.
"Pasti ya (diperiksa), nanti ada pemeriksaan dari kapolres, wakapolres, kabag pos dan semuanya ada dilakukan pemeriksaan. Yang intinya adalah melakukan konfirmasi tentang kejadian apakah benar demikian atau ada beberapa yang tidak terkomunikasi dengan baik," ujar Asep di Mabes Polri, Senin (29/4/2019).
Asep mengatakan, pihaknya akan mendalami dan mencari tahu kebenaran insiden tersebut. Diketahui, kesalahpahaman menjadi pemicu kericuhan.
"Kepala bidang profesi dan pengamanan Porli sedang melakukan penyelidikan, apa yang sesungguhnya terjadi sehingga ada reaksi yang demikian. Ini adalah kesalahpahaman terkait dengan pengamanan tersebut," jelasnya.
Saat disinggung lebih jauh terkait pemotongan honor menjadi pemicu kerusuhan, Asep belum dapat memastikan hal itu. Alasannya, pihaknya masih melakukan penyidikan.
"Soal pemotongan honor itu masih selidiki," ucap Asep.
Baca Juga: Negara Dilanda Ketegangan, Polisi Sudan Malah Mogok Kerja
Berita Terkait
-
Mutasi Jenderal: Rudy Gajah Jadi Kapolda Jabar, Martuani Jabat Asops Polri
-
Polisi Bantah Tawarkan Pekerjaan Kepada Remaja Peretas Situs KPU
-
Diduga Retas Website KPU, Pemuda Payakumbuh Diperiksa di Mabes Polri
-
Coba Retas Website KPU, Pemuda 19 Tahun di Payakumbuh Ditangkap Polisi
-
Pasukan Brimob Ditarik ke Jakarta, Anies: InsyaAllah Ibu Kota Aman
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan