Suara.com - Seorang sopir bernama Yunus Anden (40) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya sendiri dengan menggunakan tali nilon. Istri korban bernama Korianti Lopak (35), yang pertama kali melihat suaminya sudah tidak bernyawa di Dusun Boyo Lembang Ke'pe' Timang Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja, Jum’at (3/5/2019).
Personel Polres Tana Toraja yang menerima informasi kasus tersebut langsung berkoordinasi dengan Polsek Mengkendek dan mendatangi TKP dengan dipimpin oleh Kanit SPKT " B" Polres Tana Toraja IPDA Trio Bintang bersama Piket Penjagaan dan Unit Identifikasi.
Berdasarkan hasil Olah TKP, ditemukan fakta korban diduga meninggal karena bunuh diri yang dikuatkan dengan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada diri korban.
“Pihak keluarga tidak ingin melaksanakan otopsi terhadap mayat korban dan dapat menerima kematiannya," ujar Kanit SPKT " B" Polres Tana Toraja Ipda Trio Bintang seperti diberitakan kabarmakassar.com - jaringan Suara.com.
Bintang menuturkan, berdasrkan keterangan warga, Yunus sebelumnya sempat mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan menenggak racun. Namun, aksi itu tidak membuat Yunus meninggal karena cepat mendapat pertolongan.
"Dari penjelasan keluarga bahwa 2 bulan lalu korban nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun, namun masih sempat tertolong” Ucap Bintang.
Hingga saat ini pihak kepolisian belum mengetahui penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban diketahui meninggalkan istri dan 3 orang anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!