Suara.com - PT Light Rapid Transit atau LRT Jakarta masih menunggu keputusan Pemprov DKI dalam mengoperasionalkan LRT. Di mana mereka sudah menunggu sejak April 2019.
Corporate Communication PT LRT Jakarta Melisa Suciati mengatakan, surat pengajuan operasional itu sudah dilayangkan sejak 2 Aril 2019, namun belum ada keputusan dari Pemprov DKI.
"Untuk operasi komersial, kami menunggu arahan dari Pemprov DKI. Suratnya sudah masuk 2 April 2019," kata Melisa Suciati saat dihubungi, Kamis (9/5/2019).
Maka dari itu, sembari menunggu keputusan dari Pemprov, PT LRT akan melakukan pembenahan beberapa sistem pendukung yang ada di LRT seperti ticketing serta fasilitas publik yang terdapat di stasiun-stasiun LRT.
"Kami akan lakukakan penyempurnaan sistem," katanya.
Sementara untuk tarif, Melisa mengatakan tak ada perubahan harga yang telah disepakati antara Pemprov DKI dengan DPRD, yakni flat Rp 5.000 sekali perjalanan.
"Tarifnya Rp 5 ribu flat, bukan distance base, tapi per trip saja. Satu kali trip 5 ribu rupiah gitu," imbuh Melisa.
Berita Terkait
-
Tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome Flat, Rp 5.000 Sekali naik
-
Buka Nasi Bungkus Layaknya Piknik di Stasiun MRT, Tradisi yang Salah Tempat
-
Bahas Tarif MRT, Komisi B dan C DPRD Jakarta Beda Pandangan
-
Alasan DPRD Belum Restui Ajuan Subsidi Tarif MRT dan LRT di Jakarta
-
LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Cek di Sini
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?