Kelompok-kelompok militan Indonesia telah lama berjuang untuk pembentukan kekhalifahan, menolak negara-negara bangsa modern dan sistem pemerintahan demokratis negara yang dinilai merupakan produk buatan bangsa Barat.
Analis terorisme independen Hasibullah Satrawi memaparkan, bahwa hanya melalui perang dan konflik ISIS berhasil mendirikan kekhalifahannya di Irak dan Suriah.
"ISIS tidak mungkin mendirikan pangkalan ketika ada perdamaian di Suriah dan Irak," katanya.
“Demikian juga, militan di Indonesia membutuhkan konflik karena akan memberi mereka ruang untuk beroperasi. Pada saat konflik, akan ada kekosongan keamanan, pemerintahan dan otoritas. [Militan] suka konflik."
Seruan dari kubu Prabowo dan tokoh oposisi seperti Amien Rais seolah menambah bahan bakar menurut Hasibullah.
"Seruan people power menggerakan para militan dan juga membuat mereka bahagia karena mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam memerangi pemerintah dan pasukan keamanan," katanya.
Juru bicara Prabowo, Irawan Ronodipuro mengatakan, orang tidak akan turun ke jalan jika pemerintah menunjuk tim ahli forensik komputer untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan penipuan pemilu.
Badan Pengawas Pemilu Indonesia pada hari Kamis mengeluarkan pernyataan yang mengatakan komisi pemilihan umum salah memasukan data selama proses penghitungan suara, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
"Jika mereka berhenti mengkriminalkan orang tak bersalah dan setuju untuk bersama-sama menunjuk tim ahli IT forensik untuk melakukan penyelidikan yang komprehensif dan menyeluruh, maka kami yakin orang-orang akan menghargai itu dan menahan diri dari demonstrasi jalanan lebih lanjut," kata Irawan.
Baca Juga: Wiranto: Pangdam dan Kapolda Ajak Masyarakat Tak ke Jakarta pada 22 Mei
Beberapa kubu Prabowo yang menyerukan protes dan demonstrasi telah ditahan dan diproses hukum. Selain itu, ada juga seorang pria berusia 25 tahun yang melakukan ancaman kepada Joko Widodo (Jokowi) dan tak berapa lama kemudian diamankan pihak kepolisian.
Tag
- # aksi 22 mei 2019
- # aksi terorisme
- # teroris
- # Suriah
- # Jamaah Ansharut Daulah
- # JAD
- # Negara Islam
- # tensi politik
- # joko widodo
- # jokowi
- # prabowo subianto
- # Densus 88
- # Bom Rakitan
- # Jihad
- # alqaeda
- # bom gereja surabaya
- # Bom Bali
- # Sofyan Tsauri
- # Khilafah
- # Amien Rais
- # people power
- # jihadis
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas