Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali membuat rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan gedung Bawaslu RI dan KPU, Jakarta Pusat. Hal tersebut diterapkan sampai waktu yang belum ditentukan.
"Sampai hari ini masih dilakukan pengalihan arus. (Arus lalu lintas) yang masih ditutup di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol dan kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol M Nasir saat dikonfirmasi, Kamis (23/5/2019).
Penerapan rekayasa di dua titik tersebut bukan tanpa alasan. Dirinya menyebut pihaknya masih memantau situasi dan masih menunggu masukan dari intelijen apakah jalur-jalur di Jakarta Pusat itu sudah bisa dibuka atau tidak.
"Untuk dinormalkan kita akan melihat situasi dan masukan intelijen," kata Nasir.
Berikut rekayasa lalu lintas yang masih diterapkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya:
1. Arus lalu lintas di sekitaran kantor KPU:
- Arus lalu lintas dari arah Bundaran HI yang menuju Jalan Imam Bonjol ditutup dan dialihkan ke Jalan Pamekasan atau Jalan Agus Salim.
- Arus lalu lintas yang dari Jalan Rasuna Said menuju Jalan Imam Bonjol melalui Jalan Hos Cokroaminoto ditutup dan dialihkan ke Jalan Sumenep ke Latuharhary menuju Manggarai.
- Arus lalu lintas yang dari Jalan Prof Moch Yamin menuju Jalan Imam Bonjol diluruskan menuju Jalan Sultan Syahril.
Baca Juga: Mabes Polri Imbau Masyarakat Jauhi Jalan MH Thamrin Dekat Gedung Bawaslu
-Arus lalu lintas dari Jalan Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol ditutup, dialihkan dan diputar balikan ke Taman Suropati.
-Arus lalu lintas dari Jalan Taman Sunda Kelapa yang mau belok kiri ke Jalan Imam Bonjol di tutup dan dialihkan ke Taman Suropati atau belok kanan ke Jalan Diponegoro.
2. Arus lalu lintas di sekitaran kantor Bawaslu:
- Arus lalu lintas yang dari Jalan Jendral Sudirman yang akan menuju Bundaran HI dialihkan ke Jalan RM. Margono Djojohadikoesoemo.
-Arus lalu lintas yang daru Jalan KH Mas Mansyur menuju Jalan Kebin Kacang diluruskan.
- Arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin menuju Jalan KH Wahid Hasyim diluruskan ke Jalan KH Mas Mansyur.
Berita Terkait
-
Jadi Sorotan, Kerusuhan 22 Mei di Jakarta Jadi Headline di Media Asing
-
Video Call dengan Anak saat Demo, Polisi Ini Dapat Liburan Gratis
-
Kawat Berduri Masih Terpasang di Jalan MH Thamrin, Jalan Ditutup
-
Suasana Ibu Kota Jakarta Mulai Kondusif, Berikut Kronologi Amuk Massa
-
Massa Aksi di Bawaslu Mulai Membubarkan Diri
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Waketum PAN Ingin Prabowo Dipasangkan Dengan Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Doa Saja
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Dari Dua Kali Jadi Sekali? MBG Lansia Berpotensi Ikut Skema Rp10 Ribu per Porsi
-
Soal Prabowo Dua Periode, Dasco: Kita Lihat Kepuasaan Masyarakat pada Program Periode Pertama
-
Prabowo Kumpulkan Pengurus hingga Anggota DPR Fraksi Gerindra di Kertanegara Nanti Malam, Ada Apa?
-
Bahlil Ancam Ganti Pengurus Golkar yang Tidak Perform: Ibarat Futsal, Siap-siap Ditarik Keluar!
-
Bukan Cuma Wakil, KPK Juga Amankan Ketua PN Depok dalam OTT Semalam
-
Tak Masuk Kerja Berhari-hari, PPPK Rumah Sakit Ditemukan Tewas, Polisi: Jasad Mulai Menghitam
-
Bendera Gerindra Masih Mejeng di Flyover Jakarta, Satpol PP DKI: Berizin hingga 8 Februari
-
Ilusi Solusi Dua Negara dan Bahaya Langkah 'Sembrono' Indonesia di Board of Peace