Suara.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade meminta kepada Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi untuk menetapkan langkah kongkrit untuk bertemu dengan Prabowo.
Menurut Andre, pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo tidak perlu disibukkan dengan basa-basi politik demi pencitraan semata. Bahwa Prabowo sebagai patriot selalu siap untuk bertemu apabila Jokowi memiliki langkah kongkrit tanpa harus melewati pihak ketiga.
Hal itu disampaikan Andre lantaran selama ini keinginan Jokowi untuk menemui Prabowo, menurut dia, selalu disampaikan oleh Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi - Maruf Amin maupun pihak Istana.
"Kalau memang Anda (Jokowi) ingin rekonsilisasi seperti yang ditiupkan oleh pihak TKN maupun pihak Istana, ketemulah dengan pak Prabowo tanpa perlu deal-deal politiknya," kata Andre dalam diskusi bertajuk "MK Adalah Koentji" di D'Consulate Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).
Andre kemudian mengungkapkan, ketimbang terus melakukan basa-basi politik, lebih baik Jokowi melalui ajudannya menghubungi Prabowo langsung untuk menentukan pertemuan.
Dirinya beranggapan bahwa Jokowi dan Prabowo memiliki hubungan yang baik, apalagi dulu Prabowo sempat membantu Jokowi ikut ke dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2012 dan berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Bahkan Andre menekankan kalau Prabowo siap temui Jokowi meskipun pernah dikecewakan saat Jokowi maju sebagai calon presiden melawan Prabowo pada Pilpres 2014 silam.
"Insyaallah pak Prabowo sebagai seorang patriot kenegarawan demi kepentingan bangsa dan negara beliau siap bertemu dengan pak Jokowi anytime," ujarnya.
"Silahkan telpon langsung pak Prabowo tidak usah basa-basi politik ingin ketemu tapi tidak ada langkah kongkrit dari pak Jokowi," tandasnya.
Baca Juga: Prabowo Gugat Pilpres 2019, Jalan Sukses atau Gagal Berulang?
Berita Terkait
-
Uni Eropa Ucapkan Selamat Kepada Presiden Jokowi
-
Prabowo Gugat Pilpres 2019, Jalan Sukses atau Gagal Berulang?
-
Tangis Pemilik Warung Korban Penjarahan Rusuh Jakarta Usai Bertemu Jokowi
-
Prabowo Gugat Pilpres 2019, Tim Kuasa Hukum: Aksi Massa Bukan Urusan Kami
-
Setelah Bertemu JK, DPR Berharap Prabowo Bertemu Presiden Jokowi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
Terkini
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis
-
Inilah 7 Fakta Mengejutkan dari Skandal Epstein: Pulau Pedofil hingga Daftar Nama Elite Global
-
Istana Wapres IKN Rampung 100 Persen: Kemegahan Rp1,4 Triliun Berkonsep 'Huma Betang Umai'
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Legislator PKS ke BNN: Jangan Biarkan 'Whip Pink' Makin Gila, Perlu Ditindak Tegas
-
Jadi Saksi Dugaan Korupsi Chromebook, Jaksa Ungkap Riwayat Susy Mariana saat Persidangan
-
Siswa SD Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Ada yang Salah Kebijakan Pemerintah
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru