Suara.com - Sejumlah masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan dan Samudera Hindia selatan Jawa Tengah, terutama nelayan, dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gelombang laut saat musim kemarau. Pasalnya, gelombang laut ada kecenderungan lebih tinggi.
“Kaitannya dengan gelombang, saat kemarau ada kecendungan lebih tinggi di wilayah perairan dan Samudera Hindia bagian selatan Jateng,” kata Prakirawan Cuaca pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, Rendi Krisnawan, Selasa (28/5/2019).
Rendi menjelaskan, saat kemarau ada angin timuran. Angin berhembus dari benua Austria, menuju atau melewati Jawa.
“Itu biasanya dengan kecepatan tinggi, sehingga menyebabkan tingginya gelombang laut,” kata Rendi.
Biasanya, lanjut Rendi gelombang akan semakin tinggi ketika musim kemarau tengah mencapai puncak.
“Ketinggian gelombang bisa mencapai 4-6 meter terutama saat puncak kemarau,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Jawa Tengah bagian selatan saat sekarang ini sudah memasuki awal musim kemarau. Adapun puncak musim kemarau, secara umum diperkirakan akan berlangsung dalam bulan Agustus 2019.
Dari data yang disampaikan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap wilayah yang sudah masuk awal musim kemarau tersebut, yakni Cilacap bagian utara dan timur, serta sebagian kecil Banyumas. Wilayah tersebut mulai masuk musim kemarau sejak (10 hari) ketiga bulan Mei 2019 ini.
Sebelumnya, untuk wilayah Jateng Selatan yang masuk musim kemarau pada bulan Mei ini, meliputi Kebumen bagian tenggara.
Baca Juga: Jateng Selatan Mulai Masuki Musim Kemarau
Selanjutnya, wilayah Jateng selatan yang memasuki awal musim kemarau pada bulan Juni, meliputi sebagian besar wilayah Banyumas dan Banjaregara.
Kemudian sebagian Cilacap sebelah barat dan timur laut, serta sebagian besar wilayah Purbalingga. Sebagian wilayah Kebumen juga masuk awal kemarau sejak 10 hari pertama bulan Juni 2019.
Adapun untuk wilayah Jateng selatan yang memasuki awal musim kemarau pada bulan Juni, meliputi Purbalingga bagian utara, sebagian kecil Kabupaten Banyumas bagian utara, dan wilayah barat laut Banjarnegara.
Untuk wilayah Jateng selatan yang memasuki awal musim kemarau pada Juni, yakni sebagian Kabupaten Cilacap bagian selatan.
Kontributor : Teguh Lumbiria
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar
-
Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan
-
1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat
-
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?