Suara.com - Cuitan lawas tentang Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mendadak viral.
Kicauan itu berasal dari akun @DHadibrata, yang mengaku sebagai keponakan Tengku Zul.
Dalam cuitannya, @DHadibrata menuliskan bahwa sang paman memiliki sapaan akrab 'Ayah Naen'.
Selain itu, ia juga mengaku tak tahu asal-usul Tengku Zul menjadi ustaz, yang menurutnya terjadi secara tiba-tiba.
"Tengku Zul ini om saya... panggilannya Ayah Naen.... Dulu penyanyi di RRI... masih suka main keyboard Yah? Dulu setahu saya bukan ustaz, tiba-tiba saja jadi ustaz," bunyi kicauan @DHadibrata pada 19 April 2018, yang kembali diungkit pengguna akun Twitter @HsanRice, Jumat (7/6/2019).
Tengku Zul lalu menyampaikan kalrifikasi dan menampik pernyataan @DHadibrata. Ia menjelaskan riwayat pendidikannya sejak kecil hingga kemudian menyandang gelar 'ustaz'.
"Tiba-tiba jadi ustaz? Salah, Nak. Ayah Naen belajar ngaji sejak usia 4 tahun. Usia 8 tahun juara MTQ tingkat Kota Medan dan mewakili Medan di MTQ tingkat Sumut usia 9 Tahun. Ngajar Madrasah Muhammadiyah Tanjung Sari Usia 16 tahun, dan terus mengaji sampai sekarang dengan guru-guru tua..." tulis Tengku Zul.
Pada penjelasan berikutnya, pria kelahiran Medan itu menceritakan perbincangannya dengan Ketua MUI Maruf Amin tentang bakatnya bermain gitar.
"Setelah berhenti main musik tahun 1988, saya terpaksa main di Korea Selatan. Ketika pulang ke Jakarta di rapat pimpinan MUI di Kantor MUI, Yai Ma'ruf Amin bertanya kepada saya dalam rapat perihal main gitar itu. Setelah saya jawab, beliau mengatakan, 'Jika perlu tiap dakwah main gitar...!" jelasnya.
Baca Juga: Tengku Zul Ungkap Maruf Amin Janji Akan Lawan Jika FPI Mau Dibubarkan
Pengakuan @DHadibrata tentang Tengku Zul juga pernah ia sampaikan pada Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. Menurut kicauan itu, ia bahkan tak tahu kapan Tengku Zul bersekolah agama.
Saat itu, Minggu (21/4/2019), Gus Nadir meminta melalui Twitter agar Tengku Zul tidak membodohi umat dengan penghitungan hasil pilpres yang tak didasari ilmu pasti.
Keponakan Tengku Zul lalu membalas, "Pakcik saya dia itu Prof... entah kapan sekolah agamanya, tahu-tahu jadi ustaz... dulu penyanyi di RRI Medan."
Sebelumnya, pada Juli 2018 silam, Tengku Zul pernah menjawab pertanyaan @DHadibrata di Twitter tentang karier musiknya.
Pria 55 tahun itu lalu meminta didoakan supaya konsisten untuk mendalami agama Islam.
"Ayah Naen.... Masih suka nyanyi di RRI Medan enggak?" tulis @DHadibrata.
"Ayah sudah berhenti menyanyi sejak tahun 1988, anakku. Mohon doanya selalu agar istikamah dalam agama ini. Amin. Semoga Allah merahmati kamu dan keluarga, Nak..." jawab Tengku Zul.
Berita Terkait
-
Mengaku Agen CIA, Akun Twitter @IntellegencyOps Malah Jadi Hiburan Warganet
-
Sebut KPU Bohong, Ustaz Tengku Zul 'Diceramahi' Komisioner KPU
-
Pengumuman Pilpres Tengah Malam, Tengku Zul: Astagfirullah KPU Bohong
-
Hasil Pemilu Diumumkan Dini Hari, Tengku Zul: Yang Dengar Jin dan Setan
-
Foto dengan Tokoh-tokoh, Jejak Digital Iwan Tersangka Adu Domba TNI-Polri
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil