Suara.com - Sebagai orang nomor satu di TNI Angkatan Udara (TNI AU), tentu memiliki keistimewaan seperti misalnya menggunakan fasilitas VIP di pesawat Hercules.
Namun tampaknya Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengambil pilihan lain.
Ya, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna lebih memilih untuk berdesak-desakkan bersama pemudik lain di pesawat Hercules.
Hal tersebut terlihat dari foto yang dibagikan akun Twitter resmi TNI Angkatan Udara @_TNIAU.
Dalam foto tersebut, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna & Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna tampak akrab duduk bersama dan berbincang dengan penumpang lain di dalam pesawat Hercules.
"Menjadi orang nomor 1 di TNI AU tidak selamanya harus menggunakan fasilitas VIP," tulis akun Twitter TNI Angkatan Udara, @_TNIAU, seperti dikutip Suara.com, Kamis (06/07/2019).
"Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna & Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna dalam kunjungannya ke Bandung, naik pesawat C130 Hercules bersama dengan pemudik dari Lanud Halim Perdanakusuma," lanjutnya.
Foto orang nomor satu TNI AU memilih berdesakkan dengan penumpang lain di dalam pesawat Hercules tersebut mendapat banyak tanggapan dari warganet.
"Luar biasa. Minal aidin jenderal," tulis pengguna Twitter.
Baca Juga: Tinggalkan Indonesia, Syahrini - Reino Barack Pamer Kemesraan di Pesawat
"Tetap rendah hati, Pak," komentar warganet lain.
"Wah senangnya bisa bersama pak Kasau, hikmah lebaran," ujar warganet yang lain.
Berita Terkait
-
Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Optimalisasi Pembangunan, DPRD DKI Dorong Percepat Penyerahan Aset Fasos Fasum
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
BRI Kucurkan Dana Dukungan untuk Pembangunan Fasilitas Publik di Sidoarjo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT