Suara.com - Mengikuti les etika memang memiliki banyak manfaat, salah satunya membuat kita tak canggung jika berhadapan dengan situasi resmi, seperti jamuan makan malam bergaya internasional.
Sepertinya hal ini juga yang dipikirkan oleh orangtua kaya di China. Para 'Crazy Rich Asians' itu sedang getol mengantarkan anaknya les etika.
Les khusus tersebut dilaksanakan di sekolah yang didirikan oleh Guillaume de Bernadac, seorang pria berkebangsaan Prancis yang lama tinggal di China.
Dilansir dari Next Shark, kelas etika bergaya barat ini diikuti oleh anak-anak pengusaha tajir dari usia belia, sekitar enam tahun. Standar yang digunakan adalah standar internasional etiket Prancis, sesuai negara asal sang pemilik sekolah.
Dibuka pada tahun 2014, les etika kini semakin diminati oleh para orangtua kaya di China. Membentuk kualitas hidup yang lebih baik saat dewasa dengan dimulai sejak kecil adalah alasan utama para orang kaya ini mendaftarkan anaknya les etika.
Lalu, seperti metode pembelajarannya?
Kelas etika dengan biaya sekitar Rp 1,3 juta per jam ini masih menerapkan cara klasik. Sebut saja pelajaran tentang berjalan tegak dengan tumpukan buku di atas kepala dan mengenalkan table manner sejak usia dini.
Salah satu yang pelajaran paling populer adalah cara melatih siku tangan agar tak bersentuhan dengan meja ketika makan. Pelatih etika akan menyelipkan selendang atau sapu tangan di ketiak dan para muridnya harus berhasil makan dengan anggun tanpa menjatuhkan sapu tangan tersebut.
Guillaume sendiri mengatakan tak segan menghukum murid yang gagal mempraktekkan aba-aba dari pelatih. Hmm, apakah kalian berminat mengikuti les etika seperti ini juga?
Baca Juga: Jadi Gelandangan, Ada Lagi Anak Orang Kaya Penasaran Hidup Miskin
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim