News / Internasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 08:45 WIB
Bendera Iran [Unsplash/Sina]
Baca 10 detik
  • Media Israel melaporkan Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran tewas akibat serangan udara Israel pada Sabtu (28/2/2026).
  • Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi militer besar-besaran terhadap Iran terkait program nuklir dan rudal.
  • Pejabat Iran mengancam akan memberikan respons yang sangat menghancurkan terhadap agresi gabungan Israel dan Amerika Serikat.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah media nasional Israel melaporkan tewasnya Jenderal Amir Hatami, Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran.

Jenderal tingkat tinggi tersebut dikabarkan gugur dalam rentetan serangan udara masif yang dilancarkan militer Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Meskipun klaim kematian Hatami telah menyebar luas, otoritas resmi di Teheran hingga saat ini belum memberikan pernyataan atau konfirmasi mengenai nasib sang jenderal.

Laporan dari Caliber menyebutkan bahwa serangan tersebut menyasar titik-titik strategis di ibu kota Teheran, yang memicu ledakan hebat dan kepulan asap di berbagai sudut kota serta beberapa lokasi lainnya di penjuru negeri.

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi keterlibatan militer negaranya dalam konflik Iran-Israel.

Trump mengumumkan bahwa AS telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di wilayah Iran segera setelah serangan rudal Israel berlangsung.

Alasan utama di balik langkah drastis ini adalah tuduhan bahwa Iran kembali membangun program nuklirnya secara diam-diam.

Trump menuding Teheran sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang berpotensi mengancam keamanan nasional Amerika Serikat serta stabilitas global.

"Amerika Serikat akan menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah dan memusnahkan angkatan laut mereka," tegas Trump mengenai target utama serangan tersebut, dikutip via CNBC.

Baca Juga: Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Melalui sebuah unggahan video di platform Truth Social, Donald Trump memberikan peringatan keras dan ultimatum kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia meminta para tentara elite Iran tersebut untuk segera menghentikan perlawanan dan menyerahkan senjata mereka.

Dalam kutipan yang dilansir oleh The Guardian, Trump menawarkan dua pilihan ekstrem kepada militer Iran:

"Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total, atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti."

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Washington tidak akan berhenti sebelum kapabilitas militer Iran dilumpuhkan.

Menanggapi agresi gabungan AS dan Israel, para pejabat tinggi di Teheran mulai menyusun rencana pembalasan.

Meskipun Pemimpin Iran dikabarkan telah berada di lokasi yang aman, otoritas Iran memperingatkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas serangan yang melanggar kedaulatan negara tersebut.

Seorang pejabat Iran menyatakan kepada Reuters bahwa tanggapan dari negara tersebut "akan sangat menghancurkan" bagi para agresor.

Load More