Suara.com - Sebanyak tujuh orang tewas karena kehabisan udara ketika membersihkan sebuah septic tank atau tempat pembuangan kotoran manusia di sebuah hotel yang terletak di India bagian barat.
Tujuh pekerja itu, demikian kata polisi setempat, Sabtu (15/6/2019), seperti dilansir AFP, melakukan pekerjannya tanpa dilengkapi alat-alat keselamatan.
Alhasil kini pemiliki hotel telah ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai lalai sehingga menyebabkan kematian. Peristiwa itu sendiri terjadi Jumat (14/6/2019) di Vadodara, Negara Bagian Gujarat.
Dari tujuh orang pekerja yang tewas itu, empat di antaranya ditugaskan untuk membersihkan septic tank. Sementara tiga lainnya hanya untuk membantu.
"Pertama, satu pekerja memasuki lubang. Tetapi ketika ia tak kunjung kembali dan tak menjawab panggilan rekan-rekannya, tiga orang lainnya ikut turun untuk menolongnya," kata Nikunj Azad, petugas pemadam kebakaran yang membantu mengevakuasi para korban.
Lalu ketika empat orang di dalam lubang tadi tak kunjung kembali, tiga pekerja lainnya ikut turun ke dalam septic tank tersebut. Mereka bertujuh tewas di dalam lubang yang sama.
"Jasad mereka telah dievakuasi dan akan diautopsi," kata Azad.
Kasus seperti ini di India bukan yang pertama. Para korban lazimnya berasal dari kelompok kasta terendah dalam struktur masyarakat negara tersebut, karena mereka yang biasanya diberikan pekerjaan-pekerjaan yang dianggap kotor atau menjijikan.
Tahun 2018 lalu misalnya, lima orang tewas di New Delhi ketika sedang membersihkan sebuah fasilitas pengolahan limbah rumah tangga.
Baca Juga: India Akan Mendarat di Bulan pada September 2019
Menurut sebuah survei independen di India, sekitar 1.370 orang di India tewas setiap tahun karena membersihkan kotoran dalam septic tank atau lubang limbah rumah tangga.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Sinopsis Maa Behen, Film Terbaru Madhuri Dixit dan Triptii Dimri di Netflix
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam
-
10 Hari Jelang Kick-off Warga India Akhirnya Bisa Nonton Piala Dunia 2026 tapi...
-
Sinopsis House of Secrets: The Burari Deaths, Kisah Nyata 11 Anggota Keluarga India Tewas Misterius
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!