Suara.com - Aparat Kepolisian Resort Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau telah menangkap dua pelaku begal yang menyamar sebagai anggota polisi terhadap pemuda berinisial D (17). Ironisnya, kedua polisi gadungan itu beberapa kali memerkosa RA (19) pacar korban di depan matanya.
Setelah polisi menerima laporan itu, kedua penjahat cabul berinisial ES (39) dan MS (46) diringkus pada Selasa (11/6/2019) lalu.
"Dua tersangka tersebut diringkus setelah melakukan dua tindak pidana pencurian dengan kekerasan disertai pencabulan," ujar Kasubag Humas Polres Rokan Hulu Ipda Ferry Fadli, sepeti dilansir Antara di Pekanbaru, Sabtu (15/6/2019).
Saat melancarkan aksinya, ES dan MS sempat berulang kali memerkosa RA (19) lalu membawa kabur sepeda motor milik pacarnya.
Kejadian pertama pada Sabtu 18 Mei 2019, remaja pria inisial D (17) dan wanita RA (19). Kedua korban sedang berteduh dari hujan di sebuah bengkel yang sudah tutup pada malam hari, ketika tiba-tiba datang dua pria tak dikenal menodongkan pistol yang dikeluarkan dari pinggangnya dan mengancam mereka.
"Ngapain kalian di sini, jangan macam-macam kalian ya saya ini polisi,” kata Ferry menirukan ancaman pelaku.
Pelaku kemudian meminta handphone korban, membawa mereka ke semak-semak dan mengikat DA dengan jaket.
Selanjunya, kedua pelaku membuka baju RA dan memperkosanya di hadapan sang pacar. RA berupaya melawan melihat kondisi tersebut, namun tak berdaya melawan dua bandit tersebut.
Setelah puas, kedua pelaku tersebut pergi meninggalkan korban, dan membawa motor korban.
Baca Juga: Pengakuan Gadis 18 Tahun Kencani 7 Gadun, Raup Rp 887 Juta Per Bulan
Aksi kedua dilakukan para pelaku dengan merampok sepasang kekasih lainnya pada 8 Juni 2019, sekitar pukul 21.00 WIB. Para pelaku merampas sepeda motor milik pemuda yang sedang dalam perjalanan ke pasar malam bersama pacarnya.
Dalam aksi perampasan itu, korban terjatuh dari sepeda motornya. Lalu sepeda motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku. Korban mengalami luka-luka dan melaporkan kejadian itu ke polisi setempat.
Setelah mendapat dua laporan begal dan pemerkosaan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berbekal keterangan korban, polisi mulai mencari pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap dua pelaku tersebut.
"Selain melakukan pencabulan mereka juga melakukan pencurian dengan kekerasan," kata Ferry seraya menambahkan kedua pelaku mengakui perbuatannya.
Berita Terkait
-
Malam Bulan Ramadan, Siswi SMP Digilir 3 Pemuda di Beberapa Tempat
-
Ganjaran Bagi Pemuda 20 Tahun Usai Ketahuan Perkosa Gadis Kampung
-
Perkosa Tujuh Ekor Sapi, Kumar Dikeroyok Massa
-
Perkosa Gadis 12 Tahun, WNI Dipenjara 20 Tahun dan Dicambuk di Malaysia
-
Diperkosa Duda Sehabis Buang Air, Nenek Minul Diseret ke Pohon Kelapa
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!