Suara.com - Pesulap India Chanchal Lahiri alias Jadugar Mandrake ditemukan tewas di sungai. Sebelumnya ia sempat menghilang setelah mempraktikkan trik sulap aliran eskapologi atau membebaskan diri, yang dipopulerkan pesulap legendaris AS kelahiran Hongaria Harry Houdini.
Perwakilan Polisi Air India Syed Waquar Raza mengatakan mengatakan kepada CNN, tubuh Lahiri ditemukan tak bernyawa pada Senin (17/6/2019) malam, sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
Jenazah pesulap itu telah diidentifikasi oleh saudara laki-lakinya. Investigasi polisi terkait terjadinya insiden tersebut juga telah dirilis.
Sebelumnya, dikutip dari The Guardian, mulanya pria 42 tahun tersebut naik feri di siang hari menuju bagian terluas Sungai Hooghly di Kolkata. Di sana, ia diturunkan ke perairan berlumpur dengan crane, rantai, dan tali.
Posisi Lahiri saat itu berada dalam sebuah kandang kecil yang digembok. Lengan dan kakinya tampak terikat dan matanya ditutup.
"Jika saya bisa membukanya, maka itu akan menjadi keajaiban, tetapi jika saya tidak bisa, itu akan menjadi tragis," katanya kepada orang banyak.
Keluarga dan para penonton di atas kapal pun menunggu Lahiri muncul ke permukaan. Beberapa penonton lain juga menyaksikannya dari pantai.
Mereka berharap Lahiri bisa selamat dari pertunjukan sulap ekstrem itu.
Namun, Lahiri tak kunjung muncul kembali. Polisi juga mengatakan, tidak ada pengaturan keamanan di tempat untuk mengantisipasi jika aksinya gagal.
Baca Juga: Tiru Trik Pesulap Legendaris Houdini, Pria Ini Hilang di Sungai
Berita Terkait
-
Konvoi Hingga Naik ke Atap Bus, Rombongan Pemuda Jatuh Saat Direm
-
Pemotor Berbaris Tak Langgar Markah Jalan, Sindir Keras Pemotor Indonesia
-
Tiru Trik Pesulap Legendaris Houdini, Pria Ini Hilang di Sungai
-
Hidup dengan Mayat Putrinya, Pensiunan Polisi Buat Heboh Publik
-
Keren, India Targetkan Punya Stasiun Luar Angkasa Sendiri
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?