-
Sirene bahaya berbunyi di Bahrain akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.
-
Amerika Serikat meluncurkan serangan udara balasan setelah pangkalan militer mereka diserang pihak Iran.
-
Negara sekutu Amerika Serikat melaporkan dampak serangan imbas dari eskalasi konflik regional ini.
Suara.com - Sirene peringatan bahaya kembali menggema di Bahrain setelah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kian memanas.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain langsung merespons situasi darurat ini dengan meminta seluruh penduduk segera mencari tempat perlindungan.
Pemerintah setempat mengumumkan instruksi keselamatan tersebut melalui media sosial resminya pada Senin pagi waktu setempat.
Melalui platform X, kementerian menegaskan, "Warga negara dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," demi menghindari dampak buruk konflik.
Langkah preventif ini terpaksa diambil menyusul serangan udara masif yang diluncurkan Washington ke wilayah Iran sejak Minggu sore.
Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi penggempuran tersebut telah berlangsung lebih dari tiga jam.
Militer Amerika Serikat mengklaim tindakan agresif ini merupakan balasan atas puluhan target militer Iran yang sebelumnya menyerang posisi mereka.
Ketegangan kian memuncak setelah Teheran meluncurkan gelombang serangan yang menyasar berbagai pangkalan militer Washington di kawasan tersebut.
Aksi saling balas ini menandai runtuhnya jalur diplomasi dan memperburuk stabilitas keamanan regional di Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran
Juru bicara militer Amerika Serikat menyatakan ketegangan baru ini dipicu oleh tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Pihak Iran dilaporkan menembaki sebuah kapal komersial yang sedang melintas di jalur perairan strategis kawasan tersebut.
Washington dan Teheran saat ini terus melontarkan klaim yang saling bertolak belakang mengenai status hukum lalu lintas maritim di sana.
Saluran perairan ini menjadi sangat krusial karena menjadi posisi tawar utama bagi Teheran dalam setiap proses negosiasi internasional.
Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk ikut melaporkan bahwa mereka terkena imbas serangan udara sepanjang akhir pekan.
Pemerintah Kuwait mengonfirmasi serangan tersebut telah menghantam pos perbatasan darat dan salah satu fasilitas anjungan minyak mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran
-
Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar
-
AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran
-
Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar
-
Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri
-
Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran
-
27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band
-
ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!
-
Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup