Suara.com - Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi demo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/6/2019).
Mereka menuding Gubernur Anies Baswedan telah ingkar janji terkait penerbitan Izin Mendirikan Bangunan di Pulau Reklamasi.
Sekelompok mahasiswa yang tak lebih dari 50 orang itu mendatangi Balai Kota dan langsung melakukan aksi di setengah badan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.30 WIB.
Mereka menggunakan jas almamater berwarna biru dan kuning serta membawa spanduk penolakan pulau reklamasi serta poster bergambar wajah Anies. Dalam aksinya mereka juga melakukan aksi bakar ban dan mengelilinginya.
Koordinator PMII Robiatul Adawiyah menyebut Anies telah membohongi rakyat terutama kalangan nelayan dengan menerbitkan 932 IMB di Pulau D di lahan Reklamasi.
"Atas kenyataan yang menimpa seluruh warga Jakarta, yang sempat dibius oleh Gubernur DKI (Anies) melalui kampanyenya tersebut dan ternyata telah ingkar janji," kata Robiatul di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).
Maka dari itu, mereka meminta Anies juga konsisten dengan janji kampanyenya menghentikan proyek di pulau reklamasi.
Tak hanya ditujukan kepada Anies, mereka juga meminta anggota DPRD DKI untuk diperiksa terkait permasalahan pulau reklamasi ini.
"Mendesak KPK untuk memeriksa Anies Baswedan terkait penerbitan IMB ini, adili anggota DPRD DKI yang diduga menjadi makelar reklamasi," ucapnya.
Baca Juga: Tudingan Anies Baswedan dan Sekakmat dari Ahok soal Reklamasi
Sebelumnya, sebanyak 932 IMB diterbitkan oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta dengan berlandaskan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 121 Tahun 2012 tentang Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta, serta Pergub Nomor 206/2016 tentang Panduan Rancang Kota Pulau C, D, dan E Hasil Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. IMB itu diterbitkan PTSP DKI atas nama PT Kapuk Naga Indah, pengembang Pulau D pada November 2018.
Penerbitan IMB ini menuai polemik, karena pada 23 September 2018 Anies sebenarnya sudah mencabut izin pembangunan lahan reklamasi di Teluk Jakarta, sehingga 13 dari 17 pulau yang direncanakan batal dibuat dan 4 pulau yang sudah terlanjur dibangun akan dimaksimalkan untuk kepentingan publik.
Berita Terkait
-
Tudingan Anies Baswedan dan Sekakmat dari Ahok soal Reklamasi
-
Gubernur Anies: Lahan Pulau Reklamasi yang Digunakan Cuma 5 Persen
-
Tolak Wawancara Langsung IMB Pulau Reklamasi, PSI: Anies Baswedan Takut?
-
Soal Penerbitan IMB di Pulau Reklamasi, Ahok: Anies - Taufik Sama Saja
-
Sebut Anies Pintar Ngomong, Ahok: Saya Pendukung Reklamasi!
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Bantah Tukar Guling dengan Thomas, Purbaya Jelaskan Tugas Wamenkeu Juda Agung
-
Kisah Pilu Anak NTT yang Bunuh Diri, Mi'ing Bagito Blak-blakan Sentil Koruptor