Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada empat polisi. Pemberian tanda khormatan itu dilakukan saat upacara peringatan HUT ke-73 Bhayangkara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).
Keempat personel itu diberi penghargaan Bintang Bhayangkara Naraya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 47 TK Tahun 2019 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bahayangkara Nararya.
Presiden Jokowi menyematkan langsung bintang tersebut atas dasar jasa besar yang dilakukan keempat personel kepolisian itu kepada negara.
"Penghargaan kepada anggota Polri yang berjasa besar dengan keberanian kebijaksanaan dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan yang diembankan untuk kemajuan kepolisian," ucap Sekretaris Militer Presiden.
Berikut ini nama-nama dan jabatan empat personel kepolisian yang mendapat Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bahayangkara Nararya:
1. Brigjen Dwiyono, Pati Bagintelkam Polri
2. Kombes Tommy Aria Dwianto, Analis Kebijkaan Madya Bidang Misinter Divhubinter Polri
3. AKP Sriyono, Kaur SDM Resimen Paspelopor Korbimob Polri
4. Aiptu Sulastri, Brigadir SPKT Restro Tangerang Kota Polda Metro Jaya
Untuk diketahui, dalam upacara HUT ke-73 Bhayangkara turut hadir Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-11 Boediono, dan Istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, yakni Sinta Nuriyah Wahid.
Kemudian hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Baca Juga: Kapolri Pelajari Hasil Investigasi TGPF Kasus Teror Air Keras Novel
Berita Terkait
-
Target Indonesia Emas 2045, Jokowi Beri Lima Instruksi ke Polri
-
Pesan Khusus Jokowi di Upacara HUT Bhayangkara Ke-73
-
Jokowi: Polri Tak Boleh Berpuas, Tantangan ke Depan Semakin Kompleks
-
Presiden Jokowi Jadi Inspektur Upacara HUT Bhayangkara Ke-73
-
4.000 Personel Gabungan Ikuti HUT Bhayangkara di Monas Hari Ini
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari