Suara.com - Perwakilan Ombudsman RI akan mendatangi Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri di Jalan Raya Pasar Minggu, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). Dalam kunjungan tersebut, Ombudsman RI hendak mencari tahu soal pengawasan pemberian akses data kepada perusahaan swasta.
Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengatakan kunjungan itu akan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Di sana, Ombudsman RI akan menemui Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh.
"Kami akan ke kantor Dirjen Dukcapil untuk mendapat penjelasan sekaligus melihat sistem pengawasan dan pengendalian data kependudukan yang bisa diakses perusahaan swasta," kata Alvin kepada Suara.com, Rabu (24/7/2019).
Alvin sebelumnya sempat menyoroti adanya kerja sama antara Dukcapil Kemendagri dengan Perusahaan pembiayaan Grup Astra.
Kerja sama itu dilakukan untuk mendapatkan akses Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-El) demi menunjang layanan pembiayaan.
Menurut Alvin, hal tersebut termasuk ke dalam salah satu penyalahgunaan data Warga Negara Indonesia (WNI).
"Bukankah ini penyalahgunaan data pribadi WNRI yang dikelola Pemerintah? Dimana perlindungan data pribadi WNRI?," kata Alvin melalui akun Twitternya @alvinlie21 pada Minggu (21/7/2019).
Untuk diketahui, kerja sama Dukcapil dan grup Astra itu sudah dimulai sejak 2017 silam dan diperpanjang pada 16 Juli 2019. Adapun perusahaan yang tergabung dalam grup Astra ialah PT Federal International Finance (FIF) yang bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor dan PT Astra Multi Finance (AMF).
Baca Juga: INACA Lapor ke Ombudsman Terkait Tiket Pesawat, Darmin: Terserahlah
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat