Suara.com - Sad Panda dan sebuah situs hentai (anime dewasa) dikabarkan akan ditutup pada minggu lalu. Kedua situs itu menampilkan karya seni dan komik Jepang lengkap dengan terjemahan bahasa Inggris sejak 10 tahun lalu.
Sad Panda alias exhentai bahkan mendadak hilang dari peredaran, sementara e-hentai lainnya masih tersedia di internet. Akibat penutupan tersebut, koleksi anime dan hentai sebesar 50 terabyte hilang.
Hal itu menimbulkan kekecewaan di benak penggemar. Apalagi Sad Panda terkenal memiliki koleksi unik seperti loli (hentai perempuan di bawah umur), inses dan guro (hentai berdara-darah).
Mereka yang kerap mengakses hentai mencurahkan kesedihannya lewat forum e-hentai setelah tahu situs kesayangan akan ditutup.
"Menutup Sad Panda sama parahnya seperti membakar perpustakaan Alexandria, bukan hanya untuk hentai tapi seluruh anime dan manga," ungkap seorang di forum e-hentai.
"Koleksi besar situs ini sudah hilang dan kamu baru memberi peringatan sekarang. Sialan," kata penggemar lainnya.
Alasan tentang keputusan ituterkuak lewat pernyataan pengelola situs. Ia yang menggunakan akun Tenboro mengungkapkan bahwa situs terkenal lainnya juga akan ditutup pada 2020.
Pengelola juga mengaku telah lalai, lantaran tak bisa mengurus situs sesuai dengan undang-undang yang dikeluarkan di Belanda.
"Dengan berat hati, situs kami tidak bisa dipertahankan menyusul adanya perubahan Undang-Undang di Belanda. Host kami telah membenarkan berita ini meksi server bisa dipindahkan ke negara lain yang undang-undangnya lebih longgar, tapi tetap mustahil karena kelalaianku," tulis Tenboro, Jumat (26/7/2019).
Baca Juga: Di Aceh Menkominfo Klaim Sudah Blokir Sejuta Situs Porno
Sayangnya, Tenboro tidak menyebutkan secara spesifik undang-undang yang dimaksud.
Namun banyak yang mengira berhubungan dengan aturan Uni Eropa tentang Hak Cipta dalam Pasar Digital Tunggal yang telah disepakati pada April 2019.
Sementara kemungkinan lainnya, keputusan tersebut didasarkan pada Rancangan Undang-undang Menteri Kehakiman dan Keamanan Belanda Ferdinand Grapperhaus. RUU itu tak segan memberi sanksi berat bagi situs web yang menampilkan pornografi dengan objek anak-anak di bawah umur.
Berita Terkait
-
Light Novel Isekai Romantis Populer Karya Kotoko Resmi Dapat Adaptasi Anime
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Dandelion, Manga Debut Kreator Gintama, Resmi Dapat Adaptasi Anime Netflix
-
Anime The Cat and The Dog Rilis Trailer, Poster Utama, dan Seiyuu Terbaru
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa