Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memecahkan rekor MURI lomba tarik tambang dan balap kelereng antar aparatur sipil negara atau ASN. Sebanyak 1.200 ASN di lingkungan Kemendagri dan Badan Pengelola Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) turut serta dalam pemecahan rekor tersebut.
Pemecahan rekor MURI lomba tarik tambang dan balap kelereng digelar di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).
Senior Manager MURI, Yusuf Ngadri mengatakan pihaknya mencatat lomba tarik tambang beregu campuran yang diikuti oleh 200 regu dari ASN di lingkungan Kemendagri dan BNPP sebagai rektor terbaru.
Selain itu, lomba balap kelereng pejabat eksekutif di Kemendagri juga tercatat sebagai rekor terbaru.
"Museum Rekor Indonesia telah mencatat lomba tarik tambang regu campuran peserta terbanyak, ada 200 regu yang hari ini regu campuran yang bertanding. Rekor kedua balap kelereng oleh pejabat eksekutif terbanyak, ada 70 pejabat eksekutif Kementerian Dalam Negeri yang ikut berlomba balap kelereng," tutur Yusuf.
Berkenaan dengan itu, Yusuf mengatakan penyerahan piagam rekor lomba tarik tambang dan balap kelereng ASN tersebut akan diberikan oleh Ketua MURI Jay Suprana pada tanggal 19 Agustus mendatang. Sekaligus bertepatan dengan acara tasyakuran dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-74 yang digelar Kemendagri.
"Simbol penyerahan resmi akan kami sampaikan dalam acara tasyakuran tanggal 19 Agustus 2019 oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tentukan Nasib Izin FPI, Kemendagri Bentuk Tim Evaluasi
-
Ini Solusi yang Ditawarkan Pemkab Solok Selatan untuk Kasus Dokter Romi
-
Dipanggil Ombudsman Soal Kasus Dokter Romi, Bupati Solsel Mangkir
-
Rencana Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Belum Tentukan Skema Pemindahan ASN
-
Kemendagri Kaji Kemaslahatan FPI bagi Umat, Munarman Beri Respons Menohok
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri