Suara.com - Kabar hoaks tentang Rizieq Shihab di pemakaman KH Maimun Zubair alias Mbah Moen menggegerkan dunia maya. Ketua Front Pembela Islam (FPI) itu disebut sebagai pemimpin doa saat Mbah Moen dimakamkan pada Selasa (6/8/2019).
Akun Twitter @mas_piyuuu membagikan kabar tersebut. Ia mengunggah video dan cuitan yang memperlihatkan Rizieq Shihab berdoa di tengah jamaah.
"Masya Allah, Habib Rizieq pimpin doa pemakaman KH Maimun Zubair di Mekkah. Bukan suatu kebetulan belaka Mbah Moen wafat di Makkah, di mana Habieb Rizieq berada. Sungguh indah skenario Allah," cuitnya pada Selasa (6/8/2019).
Kabar itu menuai kontroversi dari sejumlah pihak. Seperti halnya Abu Janda yang langsung menyebut bila itu palsu alias hoaks.
"Hoax...," cuit @permadiaktivis sebagai balasan cuitan @mas_piyuuu.
Sementara juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mengalami nasib apes. Ia yang menanggapi cuitan Presidium Alumni 212 Haikal Hassan Baras justru kena blokir.
"Tak lama setelah mengoreksi kebohongan besar pada twit pak @haikal_hassan, saya di-block beliau. Sebetulnya, saya malu utarakan bahwa seseorang telah nge-block saya di sosmed, tapi publik perlu lihat dan paham tabiat beliau ini. So it's worth it," kicau @uki_dedek.
Sebelumnya Haikal Hassan menyebutkan bahwa Rizieq Shihab yang memimpin doa, tapi setelah dikritisi cuitannya mendadak hilang dari lini masa.
"Mbah Mun wafat, Semoga Allah ampuni semua kesalahannya. Yang imam salat, Habib Muhammad al Hadad, yang pimpin doa Habib Rizieq Shihab, yang baca talqin Habib Hanif Alatas. Ke mana yang ralat doa, ke mana yang bagi-bagi amplop, ke mana yang maksa-maksa? Dahsyatnya aturan Allah," cuit Haikal Hassan," tulis @haikal_hassan.
Baca Juga: Ribut soal Rizieq Shihab di Makam Mbah Moen, Gus Nadir: Setop Perdebatan!
Melihat polemik yang ada, tokoh lain seperti Gus Nadir turut memberikan respons. Ia mengajak masyarakat untuk menghentikan perdebatan yang terjadi.
Baginya alangkah lebih baik untuk meneladani sosok Mbah Moen dibandingkan membahas siapa yang memimpin doa saat pemakaman.
"Mari hentikan perdebatan siapa yang sesungguhnya yang memimpin doa saat pemakaman Mbah Moen (Allah yarham). Yang penting adalah tersambungnya hati dengan Sang Khaliq saat mendoakan beliau. Lebih penting lagi, kami para santri bisa terus meneladani dan melanjutkan perjuangan Mbah Moen," cuit @na_dirs, Rabu (7/8/2019).
Berita Terkait
-
Penerapan Hukum Makanan Tanpa Label di Era Modern ala Gus Nadir
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'
-
Saring Sebelum Sharing: Belajar Bijak Memahami Hadis di Era Digital
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum