Suara.com - Besek atau wadah yang terbuat dari bambu pengganti plastik untuk pembagian daging kurban sulit ditemukan di berbagai pasar di Jakarta.
Terkait itu, Perumda Pasar Jaya selaku distributor menganggap kosongnya stok besek karena di pasar tersebut sudah habis terjual.
Juru bicara Perumda Pasar Jaya, Amanda Gita Dinanjar, membantah pihaknya tidak mendistribusi besek tersebut ke penjual. Ia menyebut distribusi sudah dilakukan ke 112 lokasi, yang terbagi ke 75 pasar dan 37 gerai.
"Besek sudah kita distribusikan dari Senin kemarin. Banyak pesanan yang langsung di ambil ke jakgrosir," ujar Manda saat dihubungi," Kamis (8/8/2019).
Menurutnya, antusias masyarakat untuk beralih menggunakan besek tinggi. Karena itu ia menganggap pasar yang tidak menjual besek karena wadah yang terbuat dari bambu itu sudah habis terjual.
"Beberapa pasar kosong mungkin karena sudah habis. Alhamdulillah campaign #qurbanberkahtanpaplastik antusiasnya baik," jelas Manda.
Amanda menuturkan, pihaknya masih terus melakukan distribusi ke berbagai lokasi. Hari ini pengiriman kata dia, juga sedang dilakukan.
"Hari ini kita lakukan pendistribusian lagi ke pasar-pasar," kata Manda.
Sebelumnya, Besek bambu untuk daging kurban masih sulit didapat di Jakarta. Terutama di pasar tradisional.
Baca Juga: Anies Minta Pembagian Daging Kurban Pakai Besek Bambu
Di sejumlah lokasi, salah satunya di Pasar Pulo Gadung tidak ditemukan pedagang yang menjual wadah besek bambu.
"Di sini enggak ada yang dagang (besek bambu)," kata Hadi salah satu pedagang saat ditemui di Pasar Gadung, Jakarta, Rabu (7/8/2019).
Wanita paruh baya itu tak menampik ada masyarakat yang menanyakan besek bambu, meski banyak yang harus kecewa karena tidak ada yang menjual.
Berita Terkait
-
Besek Bambu Daging Kurban Masih Langka di Jakarta, Ada yang Jual Nggak Sih?
-
Yuk! Tonton Film Kurang 2 Ons, Pemenang ACFFest 2018
-
Bupati Purwakarta Minta Daging Kurban Dibungkus Dedaunan, Buat Apa?
-
Anies Minta Pembagian Daging Kurban Pakai Besek Bambu
-
Akibat Terbujuk Rayuan Cinta, Sugiarti Rela Membelanjakan Uang Palsu
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara