Suara.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut pejabat negara dari unsur anggota DPR RI, telah dijemput oleh tim penindakan KPK di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (8/8/2019) siang.
Meski begitu, Febri masih enggan menyebutkan identitas anggota DPR RI tersebut yang terbang langsung dari Bali terkait OTT terkait import Bawang Putih.
"Kalau nama dan inisial belum bisa kami sebut sekarang. Yang pasti siang kami jemput dari Bandara Soetta. Yang bersangkutan diduga berangkat dari Bali ke Soetta, sekarang dibawa ke KPK," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).
Febri belum memastikan apakah anggota DPR yang tertangkap tim KPK adalah Nyoman Dharmantra dari komisi VI Fraksi PDI Perjuangan. Febri hanya mengatakan, orang yang ditangkap di Bali itu adalah anggota Komisi VI DPR RI.
"Merupakan seorang anggota DPR RI di Komisi VI, karena kita tahu Komisi VI terkait dengan subjek pokok perkara," tutup Febri.
Untuk diketahui, Tim Penindakan KPK baru menangkap orang kepercayaan anggota DPR RI yang menerima suap melalui bukti transaksi sebesar Rp 2 miliar. Uang suap tersebut terkait suap izin import bawang putih.
Sejauh ini, KPK masih memiliki waktu selama 24 jam untuk memeriksa beberapa orang yang kena OTT guna menentukan status hukum mereka.
Berita Terkait
-
Nyoman Dhamantra Diciduk KPK, Ini Pesan Megawati Sebelum Kongres V PDIP
-
Nyoman Dharmanta Kena OTT KPK, Djarot: Pecat di Tempat!
-
Suap Impor Bawang Putih, KPK Tangkap Politisi PDIP Nyoman Dhamantra
-
Anggota DPR Jadi Target OTT KPK Berada di Bali, Ikut Kongres PDIP?
-
Ada Anggota DPR Diduga Terima Suap Impor Bawang, Ini Kata Fadli Zon
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan