Megawati dalam saat berpidato di hadapan Jokowi - Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) meminta jatah kursi menteri terbanyak di Kabinet Jilid II. Tak tanggung-tanggung Megawati menolak jika Jokowi hanya akan memberikan empat kursi menteri kepada PDIP sebagai partai yang telah menjadikannya presiden dua periode.
"Kalau pak Jokowi ini PDIP mesti banyak. Kalau saya dikasih cuma empat, emoh. Tidak mau," ujar Megawati seraya disambut gelak tawa para kader PDIP.
Permintaan Megawati itu pun langsung dijawab Jokowi saat dirinya berpidato. Jokowi menjamin kepada Megawati akan memberikan kursi menteri terbanyak untuk PDIP. Hanya, Jokowi tak menyebut berapa jumlah kursi menteri yang akan diberikan.
"Yang jelas PDI Perjuangan pasti yang terbanyak. Itu jaminannya saya," jawab Jokowi.
Detik-detik Salaman Ahok dengan Prabowo
Kongres V PDIP menjadi pengalaman pertama bagi Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok usai resmi menjadi kader partai berlogo banteng moncong putih. Tidak hanya, itu Kongres PDIP di Bali itu juga menjadi momentum pertemuan kembali antara Ahok dengan Prabowo Subianto.
"Saya sempat salaman dengan beliau (Prabowo Subianto) dan senang," ujar Ahok.
Tak ada Ketua Harian PDIP
Wacana soal posisi Ketua Harian dalam struktur organisasi PDIP akhirnya jelas, setelah sebelumnya putra dan putri Megawati Prananda Prabowo dan Puan Maharani disebut-sebut akan menempati posisi tersebut. Usai terpilih kembali sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati memastikan posisi Ketua Harian itu tidak ada.
Baca Juga: Kronologis Penangkapan Kader PDIP Tersangka Kasus Suap Impor Bawang Putih
"Jadi, kalau tadinya memang begitu, saya dengar sendiri. Kaget ya pada? Apakah ini Kongres luar biasa? Apakah Ibu tidak menjadi Ketua Umum lagi? Apakah Ibu akan menyerahkan kepada Ketua Harian? Apakah Ibu akan membuat Wakil Ketua Umum? Sekarang kan sudah kelihatan. Semua itu tidak ada," kata Megawati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!